PMII Sumbar Berang Airlangga Sebut Demo UU Ciptaker Disponsori

  • Bagikan
PMII Sumbar saat menyampaikan aspirasi penolakan penetapan UU Ciptaker oleh DPR RI. Kini, PMII Sumbar kritik Airlangga Hartarto karena mengklaim aksi penolakan UU Ciptaker disponsori. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – PMII Sumbar berang mendengar pernyataan Airlangga Hartarto yang mengklaim telah mengetahui pihak sponsor aksi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker). Pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia tersebut, disampaikannya saat diwawancarai salah satu media nasional di Indonesia beberapa waktu lalu.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumbar, Rodi Indra Saputra, mengatakan bahwa ucapan Airlangga adalah fitnah tak berbobot. Menurutnya, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) itu juga sudah merendahkan nilai demokrasi.

“Sebagai seorang menteri, pernyataan itu tentunya sangat ngaur. Harusnya kan beliau (Airlangga Hartarto, Red) menanggapi aksi masa dengan sikap yang penuh solusi. Jadi bukan fitnah tanpa bukti,” hemat mahasiswa pasca Sarjana Universitas Negeri Padang tersebut.

BACA JUGA:  Keterbukaan Informasi Kunci Keberhasilan Pemerintah

Rodi mengatakan, PMII Sumbar berang dan kecewa atas ucapan Airlangga, karena PMII Sumbar juga turun ke jalan untuk menyampaikan penolakan para buruh soal penetapan UU Ciptaker dalam Omnibus Law, Senin (5/10) lalu.

“Jadi kami merasa tertuduh dengan pernyataan itu. Apalagi hampir seluruh mahasiswa di Tanah Air ini satu suara untuk menolak sehingga memutuskan turun ke jalan. Apakah mungkin semua komponen aksi itu dibayar?” cetus Rodi.

Jika benar pemerintah tahu ada yang menggerakan dan mensponsori aksi tersebut, Rodi meminta agar langsung di buktikan. Sebab, ucapan Airlangga menurutnya malah semakin memperpanas suasana di masyarakat. “Bagi PMII, aksi penolakan UU Ciptaker ini merupakan hak kami sebagai warga Negara,” tegasnya.

BACA JUGA:  Tarok City Bagus untuk Agrowisata Peternakan Lebah Madu

“PMII bergerak dari hasil diskusi yang mendalam, sehingga PMII menilai UU tersebut benar-benar tidak berpihak kepada masyarakat, khususnya para buruh. Makanya, kami terpanggil turun kejalan, sebagai bentuk bagian dari demokrasi di Negara ini,” tambahnya.

Untuk itu, Rodi meminta agar Airlangga menyampaikan permohonan maafnya kepada jutaan masyarakat Indonesia yang kini memprotes penetapan UU Ciptaker tersebut. Katanya, Airlangga harus menyadari bahwa hidupnya juga bergantung kepada masyarakat dan alam Indonesia.

“Ucap-ucapan seperti ini sebenarnya keluar dari mulut orang dengan pemikiran primitif atau tidak berpendidikan. Atau orang berkuasa tapi tak berhati nurani,” pungkas Rodi. (da.)

  • Bagikan