Rabu, 21 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Plasenta Previa, Risiko Bagi Wanita Perokok saat Hamil

Risiko plasenta previa lebih besar dialami wanita perokok saat hamil. (Gambar: Ist)
1029 pembaca

Plasenta previa ialah plasenta yang implantasinya/melekat pada dinding kandungan tidak normal, hingga tutupi semua atau sebahagian jalan lahir, walau perubahan janin telah masuk triwulan ke-3.

PLASENTA atau ari-ari terbagi dalam vili-vili dan kotiledon yang berperan untuk jalan makanan dan oksigen untuk janin. Makanan akan diantarkan lewat peredaran darah yang disaring lebih dulu lewat plasenta.

Umumnya, plasenta melekat pada bagian atas kandungan depan/belakang. Plasenta previa terjadi pada 1 dari 200 kehamilan dan sebagai pemicu kematian paling tinggi janin, karena kelahiran prematur/saat sebelum waktunya.

Ada 4 kelompok plasenta previa:

  1. Plasenta previa totalis, di mana letak plasenta tutupi semua fragmen kandungan sisi bawah (jalan lahir).
  2. Plasenta previa partial, letak plasenta tutupi beberapa dari fragmen kandungan sisi bawah (jalan lahir).
  3. Plasenta previa marginal, pinggir dari plasenta ada di tepian fragmen kandungan sisi bawah (jalan lahir).
  4. Plasenta previa letak rendah di mana plasenta berimplantasi (menempel) pada fragmen kandungan sisi bawah, tetapi pinggir plasenta tidak ada di tepian jalan lahir tetapi dekatinya.

Faktor Risiko

Plasenta previa bertambah pada ibu hamil (umur>35 tahun), melahirkan anak banyak (lebih dari 4), kisah perlakuan kebidanan (kuretase, operasi caesar), dan merokok. Dari riset didapat resikonya relatif bertambah 2-4 kali pada wanita perokok.

Hal itu muncul karena karbondioksida yang terserap sanggup mengakibatkan hipertrofi (pembesaran) dari plasenta dan mengakibatkan infeksi dan menyusutnya vaskularisasi (pendarahan) plasenta hingga memengaruhi perubahan dari plasenta.

Pertanda dan Tanda-tanda

Tanda-tanda paling khasnya ialah pendarahan pervaginam (yang keluar lewat vagina) tanpa ngilu yang secara umum terjadi di akhir triwulan ke-2 . Ibu dengan plasenta previa secara umum asimptomatik (tidak mempunyai tanda-tanda) sampai terjadi pendarahan pervaginam.

Umumnya pendarahan itu tidak banyak dan warna merah fresh. Secara umum pendarahan pertama terjadi tanpa factor pemrakarsa/pemicu. Pendarahan muncul karena pembesaran dari kandungan hingga mengakibatkan robeknya perlekatan dari plasenta dengan dinding kandungan.

Pengecekan pendukung. Sistem termudah, simpel, dan aman untuk ketahui letak plasenta ialah lewat pengecekan ultrasonografi (USG) transabdominal/lewat perut yang bisa menunjukkan lokasi plasenta dengan akurasi yang tinggi sekitaran 96%.

Tatalaksana pada wanita plasenta previa ialah:

  1. Penilaian keadaan ibu dan janin sesudah pendarahan terjadi;
  2. bedrest (istirahat) total;
  3. menghindar hubungan seks sampai follow-up USG memperlihatkan peralihan plasenta ke arah tempat seharusnya;
  4. pengecekan USG teratur tiap 4 minggu;
  5. pasien bisa lakukan aktivitas setiap hari tetapi jangan berlebihan;
  6. kesiagaan untuk berlangsungnya pendarahan lagi;
  7. perawatan di rumah sakit jika terjadi pendarahan berulang-ulang atau telah waktunya untuk melahirkan; dan
  8. operasi caesar.

Penangkalan

Tidak ada langkah untuk menahan plasenta previa karena pemicunya belum diketemukan. Yang perlu dilaksanakan ialah coba menghindari faktor resiko seperti merokok.

Kapan ke Dokter?

Cepatlah tiba ke dokter jika pada wanita yang hamil terjadi pendarahan yang tidak ngilu, warna merah fresh, dan khususnya terjadi pada triwulan kedua akhir. Plasenta previa dapat diketahui lewat pengecekan USG secara periodik walau tidak ada tanda-tanda pendarahan yang terjadi.

Semoga penjelasan ini menjadi pengetahuan untuk kalangan wanita, sehingga menghindari segala faktor risiko untuk melindungi kesehatan reproduksinya di masa depan. (da.)