Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Petani Kesulitan, DPRD Minta Pupuk Bersubsidi Diawasi Maksimal

  • Bagikan
Seorang petani di Kabupaten Solok saat mengambil benih padi yang akan ditanamnya. (Foto: Ilustrasi)

Kabupaten Solok – Setiap musim tanam di Kabupaten Solok, petani mengeluhkan ketersediaan pupuk bersubsidi yang tidak mencukupi. Pemerintah Kabupaten Solok pun diharapkan memaksimalkan pengawasan distribusi pupuk sehingga tidak terjadi kelangkaan di kalangan petani.

”Sudah menjadi tren di masyarakat bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi itu akibat kurangnya pengawasan dari pihak pemerintah itu sendiri. Untuk itu, dari tahun ke tahun dinas terkait harus menjadikan kritikan itu bahan evaluasi,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Renaldo Gusmal, di Arosuka, Kamis (25/6).

Pendistribusian pupuk tidak bisa sepenuhnya dipercayakan kepada distributor pupuk. Sebab, bagaimanapun mereka pedagang yang selalu berorientasi pada keuntungan. Kalau tidak diawasi secara ketat, distributor cendrung melakukan penyimpanan dan baru melepas pupuk ketika harga melambung.

”Praktik menyimpan atau menumpuk barang atau menjual ke daerah lain yang membutuhkan selalu terjadi setiap tahun, namanya juga mencari untung,” katanya.

Untuk itu, ia meminta Dinas Pertanian jangan hanya menampung pengaduan dari masyarakat. Namun, harus mencarikan solusi atas permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi, karena berhubungan dengan swasembada pangan.

Ia juga berharap, segenap perangkat yang ada harus cepat mengatasi permasalahan yang dialami masyarakat mengenai pupuk bersubsidi tersebut. Menurutnya, pemerintah harus segera menemukan solusi bagaimana pendistribusian pupuk ke nagari-nagari tidak salah sasaran.

Ia melihat selama ini pendistribusian pupuk dilakukan hanya setiap bulan. Namun, permintaan pupuk ada masanya tiba-tiba meningkat dari bulan ke bulan. Contohnya pada Januari, Mei, Juni, November, dan Desember, banyak petani yang mulai bertanam.

Pada bulan-bulan senggang, menurutnya memang permintaan ada. Hanya saja, tidak sebanyak pada musim tanam tersebut. Sayangnya, saat permintaan tidak banyak itu, para pengecer juga menjual ke nagari yang lain, bahkan ke daerah lain.

”Sehingga pada bulan berikutnya saat petani berebut pupuk, kebutuhan tidak terpenuhi. Hal-hal semacam ini harus diperhatikan pemerintah,” jelasnya.

Sudah Diawasi Maksimal

Menyikapi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Si Is mengatakan, pihaknya selalu melakukan pengawasan setiap empat bulan sekali. Bahkan, pihaknya sudah membentuk tim pengawas. Termasuk berdialog dengan pihak-pihak penyalur.

Sejauh ini, pihaknya belum menemukan persoalan apapun di lapangan. Pihaknya juga sudah menaikkan kuota pupuk bersubsidi pada 2019 lalu, sebagai bentuk respons pemerintah atas kelangkaan pupuk yang sering terjadi.

Tidak itu saja, pendataan ketersediaan pupuk sebelum musim tanam juga dilakukan pihaknya. ”Kendalanya lahan pertanian kita begitu luas. Sawah, sayuran dan perkebunan semua merata. Jadi untuk mengatasi itu, tiap tahun akan kita usahakan untuk meningkatkan kuota pupuk subsidi,” tutupnya. (da.)

  • Bagikan