Iklan Melayang
Iklan Melayang

Perbatasan Sumbar Kembali Dikawal Ketat

  • Bagikan
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengintruksikan agar perbatasan Sumbar kembali dikawal ketat. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Padang | Datiak.com – Pemprov Sumbar bakal memperketat kembali pengawasan orang masuk di perbatasan Sumbar. Hal itu dilakukan karena kasus positif Covid-19 kian melonjak di Pekanbaru, Riau. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Jumat (28/8).

“Informasi yang saya terima, tanggal 26 Agustus tercatat 141 kasus positif di Pekanbaru. Kita tentu tak ingin terjadi transmisi di Sumbar. Saya minta OPD terkait untuk memperketat pengawasan arus masuk pendatang di perbatasan, terutama dengan Provinsi Riau. Saya telah perintahkan Dinas Perhubungan dan Pol PP Sumbar untuk segera melakukan pengawasan ketat di pintu-pintu masuk ke Sumbar yang mengacu ke Permenhub 41 tahun 2020” papar Irwan.

banner 336x280

Mobilisasi orang antar Sumbar dan Riau cukup tinggi. Untuk itu sudah seharusnya dilakukan pengawasan sehingga penularan tidak berimbas ke Sumbar. “Sama-sama diketahui, saat ini konfirmasi positif di Sumbar kebanyakan berasal dari luar atau importad case. Untuk itu, perlu diperketat lagi pengawasan terhadap pendatang dari luar Sumbar, terutama zona merah,” tambahnya.

Selain dengan Riau, Irwan juga menekankan pengawasan pendatang lewat Bandara Internasional Minangkabau (BIM). “Semua daerah di Jakarta sudah zona merah. Kedatangan melalui BIM sebagian besar dari ibukota. Saya minta semua pendatang wajib melakukan tes swab begitu mendarat. Ingatkan mereka untuk isolasi dahulu sampai hasil negatifnya keluar,” pesannya. Irwan juga menekankan, jika tes swab aman dan tak menyakitkan. Prosesnya juga mudah, cepat dan tidak dipungut biaya.

Terkait banyaknya kasus positif di lingkup Pemprov Sumbar, Irwan meminta kepala OPD untuk merencanakan work from home (WFH) secara selektif di lingkungan masing-masing. “Perkantoran telah menjadi lokasi baru penyebaran Covid-19. ASN telah banyak yang positif. Sebab itu, wacana WFH musti direncanakan. Kepala OPD mengatur teknisnya,” pintanya.

Terakhir, Irwan Prayitno meminta seluruh elemen masyarakat untuk tetap mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Sumbar. Di antaranya dengan raji mencuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak dan pakai masker di luar rumah.

Kerahkan Personel

Menyikapi intruksi gubernur, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan personel di perbatasan. “Sampai saat sekarang ini, personel kita masih setia berada di perbatasan antara Provinsi Sumbar dengan provinsi lainya,” ujar Heri.

Pihaknya terus memperketat pengawasan terhadap mobil-mobil yang masuk ke Provinsi Sumbar. Semua mobil diberhentikan dan penumpang diperiksa satu persatu, seperti melakukan pengecekan suhu tubuh. “Khusus mobil bus penumpang kita cek berapa jumlah penumpangnya. Kalau seadainya lebih dari 70 persen kita turunkan penumpangnya. Kita tidak main-main dan harus menerapkan peraturan pemerintah mengenai protokol kesehatan,” tegasnya.

Setiap mobil yang masuk, lanjutnya, penumpangnya minimal bisa menunjukan kartu sehat dari dinas kesehatan. Jika tidak ada, maka pihaknya tidak mengizinkan masuk ke Sumbar. “Sedangkan di jalur udara seperti di BIM, kita menyediakan tes swab gratis tidak perlu bayar. Semua mengenai protokol kesehatan sudah kita terapkan. Begitupun di laut, terus kita perketat pengawasan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Katanya, Sumbar memiliki delapan titik jalur darat di tujuh kabupaten. Yakni satu titik di Pesisir Selatan, satu titik di Pasaman Barat, satu titik di Pasaman, dua titik di Sijunjung, satu titik di Limapuluh Kota, satu titik di Dharmasraya, dan satu titik lagi di Solok Selatan.

“Dengan adanya pengecekan, pemantauan dan pemeriksaan super ketat di perbatasan kita bisa memutus mata rantai Covid 19,” harapnya.

Terkonfirmasi Positif Baru

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar merilis terjadi penambahan 26 warga Sumbar positif Covid-19, Jumat (28/8). “Total sampai hari ini telah 1.889 warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Terjadi penambahan 26 warga Sumbar positif terinfeksi. Sembuh bertambah 11 orang, sehingga total sembuh 1.149 orang dan meninggal bertambah 2 orang sehingga total meninggal 55 orang,” beber Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal.

Sebanyak 26 positif itu, dari Kota Padang berjumlah 16 orang, Padangpariaman 1 orang, Kabupaten Solok 1 orang, Padang 16 orang, Pesisir Selatan 1 orang, Bukittinggi 3 orang, Limapuluah Kota 1 orang, Payakumbuah 1 orang, Agam 1 orang dan Kota Solok 1 orang.

Sedangkan 2 pasien yang meninggal dunia yaitu wanita 36 tahun, warga Parik Malintang. Ia dilaporkan terinfeksi karena kontak dengan kasus terkonfirmasi yang merupakan pasien RSUD Padangpariaman. Kemudian pria 65 tahun, warga Kuranji yang diduga terpapar dari rumah sakit.

Saat ini, daerah berstatus zona oranye yaitu Padang, Kota Solok, Bukittinggi, Tanahdatar, Sawahlunto dan Agam. Untuk zona hijau yakni Pasaman, Kepulauan Mentawai dan Solok Selatan. Sedangkan 10 daerah lainnya berstatus zona kuning. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan