Perahu Nelayan Mentawai Diterjang Ombak, Satu Orang Terseret Arus

  • Bagikan
Tim gabungan saat mencari nelayan yang terseret arus laut, setelah mendapat laporan adanya perahu nelayan Mentawai diterjang ombak di perairan Sagulubek, Kecamatan Siberut Barat Daya. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Peristiwa perahu nelayan Mentawai diterjang ombak kembali terjadi. Laporannya diterima Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Kamis (31/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Salah seorang nelayan di dalam perahu berupa long boat itu pun terseret arus laut.

“Pencarian kita mulai lakukan sejak kemarin (31/12), setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 14.00 WIB. Korban yang dilaporkan hilang bernama Retta, usia 45 tahun,” ujar Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Akmal, via WhatsApp pribadinya, kemarin.

Namun, pencarian yang dilakukan tim gabungan hingga malam tidak membuahkan hasil. Sehingga, pencarian Retta dilanjutkan hari ini (1/1). “Pencarian kami mulai lagi sejak tadi pagi. Tim menyusuri pantai hingga ke tengah laut,” katanya.

BACA JUGA:  Tim Pengabdian UNP Ajarkan Media Pembelajaran 3D

Akmal menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan menerjunkan satu regu tim gabungan. Di dalamnya terdapat petugas SAR serta TNI/Polri. Tim itu melakukan pencarian terhadap nelayan tersebut menggunakan kapal cepat RIB 02.

“Kita juga dibantu nelayan dan warga dalam pencarian ini. Alhamdulillah cuaca cukup baik. Semoga nelayan tersebut bisa ditemukan hari ini,” harapnya.

Akmal menjelaskan, dalam long boat itu terdapat empat orang nelayan. Yakni Retta, Ruspen (20 tahun), Janang (32 tahun), dan Erto (30 tahun). Nahasnya, long boat yang mereka gunakan dihantam ombak hingga terbalik di perairan Sagulubek, Kecamatan Siberut Barat Daya. Tepatnya di koordinat 1°35’54.13″S – 98°46’12.68″E, heading 298° pada jarak 64 NM, atau 3 jam dari Dermaga Tuapejat.

BACA JUGA:  Demo UU Cipta Kerja di Padang Sempat Berujung Ricuh

“Tiga nelayan lainnya yaitu Ruspen, Janang dan Erto, berhasil diselamatkan nelayan lainnya yang melihat kejadian tersebut. Nelayan yang menolong mereka itu bernama Julius,” pungkas Akmal.

Perahu nelayan Mentawai diterjang ombak sebelumnya juga terjadi, Sabtu (12/12). Korban bernama Paneukan (42 tahun), warga Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat. Pencarian Paneukan sampai memakan waktu seminggu, namun tidak juga ditemukan. (da.)

  • Bagikan