Rabu, 28 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Pengeroyokan Siswi di Pesisir Selatan: 3 Pelaku Beda Sekolah, Diduga Balas Dendam

Aksi pengeroyokan siswi di Pesisir Selatan (Pessel) yang viral di media sosial. (Foto: Tangkap Layar Video Facebook Gifri Amelia Putri)
184 pembaca


Pesisir Selatan | Datiak.com – Tiga pelaku pengeroyokan siswi di Pesisir Selatan (Pessel) ternyata berbeda sekolah dengan korbannya. Diduga, motif dari tindakan perundungan yang dilakukan tiga siswi itu, karena balas dendam atas tindakan serupa yang sebelumnya pernah dilakukan korban.

Untuk diketahui, aksi pengeroyokan siswi di Pesisir Selatan tersebut, viral ketika di-posting akun Facebook Gifri Amelia Putri. Per Selasa malam (21/11/2023), video itu telah ditonton 51 ribu kali, mendapat 513 komentar, dan dibagikan 796 kali.



Dalam video pengeroyokan siswi di Pesisir Selatan itu, terdengar seorang siswi yang melakukan pemukulan berulang kali mengatakan; ”Adiak den marasai kau bae (adik saya merasai (menderita) kau pukuli).”

Jadi, netizen menduga bahwa para pelaku sebenarnya memiliki dendam terhadap korban. Kendati begitu, netizen yang berkomentar pada video yang di-posting Gifri Amelia Putri itu, tetap mengecam tindakan para pelaku.

Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Donny Putra, mengatakan bahwa video pengeroyokan siswi di Pesisir Selatan berinisial MS itu, memang sempat viral. Sehingga, pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan di lapangan.

Para siswi yang melakukan aksi pengeroyokan siswi di Pesisir Selatan yang viral itu, sambungnya, sudah datang ke Mapolsek bersama orangtuanya, untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait aksinya dalam video tersebut.

iklan paralax post

Donny menjelaskan bahwa ketiga pelaku, dengan inisial ND dan OL dari SMPN 9 Tarusan. Lalu pelaku berinisial AU dari SMPN 3 Tarusan. Sedangkan korbannya yang berinisial MS dari SMPN 4 Tarusan. ”Korban ini juga sudah kita mintai keterangannya,” sambung Kapolsek.

Iptu Donny pun menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, untuk mengatasi kasus tersebut. Sedangkan menyangkut para pelaku, kepolisian berkomitmen menindaklanjutinya sesuai hukum yang berlaku.




Terpisah, Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Nurhadiansyah, mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan dan kekerasan di sekolah.

“Mari bersama-sama kita jaga keamanan dan ketertiban wilayah Pesisir Selatan, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh pelajar,” imbaunya. (da.)