Iklan Melayang
Iklan Melayang

Pengemis di Padang Bertambah, Alfiadi: Warga Pemberi Uang Disanksi

  • Bagikan
Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi, melarang warga memberi uang kepada pengemis di Padang.
Foto: Istimewa
banner 468x60

Padang | Datiak.com – Keberadaan pengemis, anak jalanan, gepeng di jalan-jalan Kota Padang dianggap kian marak jelang Lebaran. Terjadinya penambahan jumlah pengemis di Padang tersebut, dinilai karena semakin banyaknya warga di Padang yang memberi uang kepada mereka.

Pemerintah Kota Padang pun mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan di Padang, agar tidak memberikan sumbangan kepada mereka yang meminta-minta di jalanan. Kebiasaan tersebut, menurutnya membuat keberadaan mereka semakin bertambah banyak di Padang.

banner 336x280

Sehingga, aktivitasnya mengganggu kenyamanan para pengguna jalan. “Kalau ingin memberi dan bersedekah, kami minta disalurkan ke lembaga zakat atau lembaga sosial resmi,” kata Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi, di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (5/5).

Menurut Alfiadi, salah satu upaya mencegah keberadaan pengemis di Padang ini adalah dengan tidak memberi uang kepadanya. “Mereka beraktivitas di jalan karena mereka mudah mendapatkan uang. Untuk mencegahnya, mari kita hentikan memberi sumbangan di jalan,” tuturnya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat lebih bijak lagi dalam memberikan sumbangan. Terlebih para pengguna jalan di Padang. Sebab, apabila terus memberi, maka mereka akan terus ada. Bahkan, jumlahnya bisa saja bertambah. “Jadi salah satu upaya kita mencegah keberadaan mereka adalah tidak memberi uang kepadanya,” imbau Alfiadi.

Alfiadi menilai keberadaan pengemis di Padang mengganggu ketertiban. Pemko Padang sudah ada Perda yang mengatur orang yang memberi juga bisa dikenai sanksi. Untuk itu, diminta kerja sama masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama mencegah mereka berada di jalanan.

Alfiadi menambahkan, SatpolPP sudah melakukan penertiban terhadap pengemis di Padang. Namun, mereka kembali lagi meminta-minta. “Setelah ditertibkan oleh Satpol PP, mereka diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina agar mereka tidak lagi mengemis. Namun karena kita suka memberi di jalanan, mereka kembali lagi meminta-minta,” tutur Afriadi.

Tanggapan Warga

Imbauan yang disampaikan Alfiadi mendapat beragam tanggapan dari warga. Salah seorangnya yaitu Santiriani (32 tahun), warga Mata Air, Padang. Ia mengaku sangat mendukung Pemko Padang menertibkan pengemis, tetapi bukan dengan cara mengimbau warga untuk tidak memberi uang.

“Manusia itu punya sensitivitas hati yang berbeda-beda. Jadi, aneh saja kalau ada larangan seperti itu (memberi uang kepada pengemis, Red),” ujar Santiriani ketika diwawancari Datiak.com di Pasar Raya Padang.

Sepengelihatannya, jumlah pengemis di Kota Padang tidaklah terlalu banyak. Artinya, Pemko Padang masih bisa melakukan penertiban dan mengedukasi mereka secara serius. “Kalau memang dasar ekonomi mereka yang mengemis itu sangat lemah, harusnya pemerintah membantu mereka secara berkala dan mengedukasi mereka,” hematnya.

“Sebaliknya, kalau mereka diketahui bagus perekonomiannya, Pemko Padang harus memberikan sanksi berat.  Artinya, pendataan dan pembinaan mereka yang harus dilakukan secara sunguh-sungguh. Itu memang berat. Tapi itulah salah satu fungsinya pemerintah,” sarannya.

Ia juga memberikan penilaian soal domisili pengemis. Sebab, menurutnya tidak seluruh pengemis di Ibu Kota Sumatera Barat itu adalah warga Padang. “Apabila mereka bukan warga Padang, Pemko Padang seharusnya lebih mudah mengatasinya. Yakni dengan mengamankan dan mengirim mereka ke daerah domisilinya,” anggapnya.

“Kalau perlu, Pemko Padang harus berani menyurati pemerintah daerah asal pengemis yang bukan warga Padang itu. Tegur pemda mereka. Itu lebih etis ketimbang melarang dan mengancam memberi sanksi warga yang memberi uang kepada mereka,” tukas Santiriani. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan