Pengedar Narkoba di Solsel Dilengkapi Senjata Api

  • Bagikan
Kapolres Solok Selatan, AKBP Tedy Purnanto memperlihatkan senjata api milik pengedar narkoba berinisial MC kepada awak media, Selasa (25/8). (Foto: Istimewa)

Solok Selatan | Datiak.com – Peredaran narkoba di Solok Selatan semakin mengkhawatirkan. Jumat (14/8), Polres Solok Selatan membekuk MC, pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Jorong Sungai Beremas, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir. MC diketahui memiliki jaringan peredaran narkoba di Kota Padang.

MC sudah empat tahun menjadi pengedar sabu di Solok Selatan. Sedangkan tiga rekannya diduga kabur ke luar daerah dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kasus ini masih terus kami kembangkan, makanya sejak ditangkap kami baru bisa ekspose hari ini (25/8),” ujar Kapolres Solok Selatan, AKBP Tedy Purnanto, Selasa (25/8).

Katanya, MC diamankan bersama barang bukti (BB) 17 paket sabu-sabu seberat 12,11 gram. Pengedar narkoba itu juga kedapatan menyimpan satu unit senjata api (senpi) jenis airsoft gun.

“Ketika penangkapan, tersangka mencoba kabur melewati pintu dapur. Namun KBO Satnarkoba bersama tim berhasil menggagalkannya,” ujar Tedy yang didampingi didampingi Waka Polres Kompol Abdurahman Suryanegara.

Tidak hanya berusaha kabur, imbuhnya, MC juga berusaha menghilangkan BB dengan cara membuangnya. Beruntung petugas melihat aksi licik pengedar terebut.

“Barang bukti itu terdapat dalam kantong plastik hitam. Pas ditemukan petugas, di dalamnya terdapat 17 paket sabu-sabu seberat 12,7 gram dan senjata api,” ungkapnya.

Tedy menjelaskan bahwa aktivitas MC dalam kasus peredaran narkotika sudah merambah tujuh kecamatan di Solsel. Bahkan, kepolisian sudah memantau tersangka dalam tiga bulan terakhir.

Jaringan MC

Sedangkan KBO Satnarkoba Polres Solsel, Ipda Novitri Anhar menjelaskan, selama Agustus 2020 ini, MC sudah tiga kali mendapatkan sabu-sabu dari bandar lintas provinsi di Padang.

Ia mengungkapkan bahwa MC bukan sekadar berprofesi sebagai bandar, tetapi juga sebagai pemakai. Hal itu berdasarkan hasil tes urinnya yang dinyatakan positif menggunakan sabu-sabu.

“17 paket sabu-sabu ukuran sedang seberat 12,11 gram ini, dibeli tersangka kepada bandar lintas provinsi di Padang seharga Rp 12 juta. Kemudian tiga kantong lagi dipecah menjadi 19,5 paket dengan harga Rp1,5 juta,” ungkapnya.

Saat penangkapan, lanjut Novitri, pihaknya turut menyita 10 plastik klik bening, satu buah bong dengan tutup hitam terbuat dari botol kaca, lalu uang senilai Rp 200 ribu hasil penjualan sabu-sabu.

“Senjata yang kami temukan itu jenis air softgun kaliber 4,5 mm nomor senpi 313216141. Senjata ini diduga digunakan tersangka ketika keadaan mendesak,” hematnya.

Katanya, tindakan tersangka itu melanggar Pasal 114 Ayat 1 jonpasal 112 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hukumannya berupa penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Lalu pidana denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar. (da.)

  • Bagikan