Kamis, 9 Februari 2023

Datiak.com

Berita Terbaru Hari Ini dan Informasi Terkini

Pengaruh Kondisi Ekonomi Keluarga terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

Ilustrasi pelajar berprestasi. (Gambar: Ist)
204 pembaca
Kondisi ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar mahasiswa, banyak mahasiswa yang berasal dari keluarga yang mampu, tetapi memiliki prestasi yang rendah. Sebaliknya, ada mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki prestasi yang baik.

Kondisi ekonomi keluarga dapat menjadi penentu pendidikan anak. Jadi, keberhasilan proses belajar seseorang tidak bergantung dari lembaga pendidikan atau perguruan tinggi saja. Keluarga sebagai salah satu dari pusat pendidikan juga berperan penting dalam menentukan keberhasilan belajar.

Tugas keluarga adalah menentukan dasar bagi perkembangan mahasiswa selanjutnya, sehingga mahasiswa dapat berkembang dengan baik. Di dalam lingkungan keluarga, mahasiswa pertama kali memperoleh pendidikan dan bimbingan belajar tentang semua hal. Baik pengetahuan, percakapan, dan hal lainnya yang di dapat dari bimbingan orang tuanya.

Oleh sebab itu, orang tua harus mampu mengarahkan, membantu mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki mahasiswa sehingga mahasiswa mampu dapat mengembangkan prestasi yang dimiliki dengan baik.

Menurut Nasution (2000:45) Prestasi adalah hasil yang telah dicapai dengan gemilang dan mengagumkan. Sedangkan belajar pada dasarnya adalah proses yang mengakibatkan perubahan diri individu, yakni perubahan tingkah laku.

Prestasi belajar adalah hasil yang didapat dengan baik pada mahasiswa baik dalam pendidikan maupun dalam bidang keilmuan lainnya. Mahasiswa memperoleh prestasi belajar dari hasil yang telah telah dicapai dari proses belajar.

Mahasiswa yang mempunyai motivasi atau semangat yang tinggi akan giat berusaha, pantang menyerah, rajin membaca untuk memperluas pengetahuan dan mendapatkan hasil belajar dan prestasi yang maksimal.

Sebaliknya, mahasiswa yang motivasi belajarnya rendah akan lebih mudah untuk putus asa atau menyerah, tidak fokus terhadap materi yang disampaikan dosen, suka berbicara dengan teman saat belajar sehingga hasil belajar yang didapatkan menurun.

Prestasi belajar seorang mahasiswa juga dapat dipengaruhi dari dalam diri mahasiswa itu sendiri karena minat dan cara belajarnya, namun juga ada pengaruh dari luar seperti keluarga ataupun lingkungan sekitar.

Prestasi belajar yang dicapai mahasiswa pada dasarnya merupakan cerminan dari usaha belajar. Pada umumnya semakin tinggi usaha belajar mahasiswa maka semakin baik prestasi yang dapat dicapai.

Orang tua dengan kondisi ekonomi keluarga tinggi akan mampu memenuhi kebutuhan anaknya dalam kegiatan belajar, semakin tinggi penghasilan orang tuanya maka semakin mudah mereka dalam memenuhi kebutuhan prasarana dan sarana belajar anaknya. Sebaliknya, jika penghasilan orang tua rendah maka orang tua akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan prasarana dan sarana belajar anaknya.

Salah satu tujuan dari proses belajar mengajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku baik dalam aspek pengetahuan, sikap, dan aspek psikomotorik. Suatu perubahan pada aspek pengetahuan (kognitif) pada mahasiswa dalam dilihat dari prestasi yang dijadikan sebagai tolak ukur penguasaan akademik mahasiswa. Semakin baik penguasaan akademik pada mahasiswa, maka dapat mencapai prestasi yang baik pula.

Mahasiswa yang tinggal bersama orang tua akan lebih banyak mendapatkan pengawasan untuk belajar, makan teratur dan lebih mudah memenuhi keperluan perlengkapan untuk proses belajar anaknya terutama bagi orang tua yang memiliki kondisi ekonomi keluarga yang tinggi.

Sedangkan mahasiswa yang orang tuanya memiliki kondisi ekonomi keluarga yang rendah, akan sulit memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya seperti, membeli buku pedoman dan keperluan lainnya untuk perlengkapan kebutuhan belajar anaknya karena lebih mengutamakan kebutuhan pokok, seperti makan, biaya kos atau sewa tempat tinggal, biaya tranportasi ke kampus untuk kuliah dan kebutuhan pokok lainnya. Apabila kebutuhan pendidikan tercukupi dengan sempurna dari orang tua maka mahasiswa akan lebih mudah meningkatkan prestasi belajarnya.

Dari pernyataan di atas, dapat kita simpulkan bahwa terwujudnya pendidikan dapat dipengaruhi oleh faktor kondisi ekonomi keluarga. Tingkat kemampuan yang dimiliki keluarga dapat menentukan bisa atau tidaknya anak memperoleh fasilitas pendidikan.

Pernyataan tersebut didukung oleh fakta-fakta yang dapat kita temui diberbagai media masa, baik elektronik maupun cetak. Banyak berita yang kita ketahui tentang ketidakmampuan orang tua membiayai sekolah anaknya disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga yang minim. (*)


Artikel opini ini ditulis oleh Lili Kamelia Sari, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *