Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Pengangguran di Padang per Agustus 2021 Sudah Ribuan

  • Bagikan
pengangguran di Padang per Agustus 2021
Ilustrasi pengangguran. (Gambar: Tim Datiak.com)

Padang | Datiak.com – Jumalah pengangguran di Padang masih terbilang tinggi. Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang mencatat, selama bulan Januari-Agustus tahun 2021 total pencari kerja di Kota Padang mencapai 3.064 orang. Namun dari jumlah 3.064 orang tersebut, baru sekitar 279 orang yang sudah ditempatkan dan sisanya masih belum mendapatkan pekerjaan.

Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakerin Kota Padang, Widia  Apriyanti mengatakan, jumlah pengangguran di Padang atau pencari kerja asal Kota Padang setiap tahunnya memang tinggi, hingga mencapai ribuan orang.

“Data yang kami himpun sejak 4 Januari hingga 2 Agustus 2021 sudah ada 3.064 orang yang mencari pekerjaan. Hal tersebut ditandai dengan pembuatan kartu kuning atau kartu angkatan kerja (AK1),” kata Widia, Senin (2/8/2021).

Dia menyampaikan, pencari kerja didominasi oleh perempuan, 1.896 orang dan laki-laki 1.168 orang. “Berdasarkan jenjang tingkatan pendidikan pencari kerja didominasi tingkat SMA sebanyak 1.561 orang,  Sarjana sebanyak 915 orang, Diploma III sebanyak 509 orang, SMP sebanyak 33 orang, Pascasarjana 32 orang, SD 8 orang dan Diploma IV sebanyak 6 orang,” paparnya.

BACA JUGA:  Nagari Batu Kalang Utara, Kecamatan Padang Sago, Padangpariaman

Dari total 3.064 pencari kerja di Kota Padang itu lanjutnya, sebanyak 279 orang sudah ditempatkan atau sudah mendapatkan pekerjaan. Terdiri dari pencari kerja perempuan sebanyak 147 orang dan pencari kerja laki-laki sebanyak 132 orang.

“Untuk yang sudah ditempatkan jumlahnya baru sekitar 279 orang, kalaupun hingga akhir tahun ada peningkatan namun diprediksi tidak akan siginifikan,” ujarnya.

Dikatakan Widia, adanya pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda turut berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja yang sudah dua tahun terakhir ini sangat mempengaruhi sektor perekonomian. Hal inilah yang memicu banyaknya pengangguran di Padang.

“Harus kami akui, pengangguran di Padang saat ini juga karena banyaknya perusahaan yang melakukan PHK atau merumahkan karyawannya. Selain itu, dampak pada penerimaan karyawan baru yang minim,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Penerbangan Rute BIM-Kualalumpur Diharapkan Aktif Lagi
Upaya Mengurangi Pengangguran di Padang

Untuk itu, Disnakerin Kota Padang akan terus melakukan terobosan dalam rangka mengurangi pengangguran di Padang. Misalnya, mengupayakan mencari informasi pasar kerja baik melalui website Disnakerin Kota Padang dan lain-lain.

“Tentunya kami akan mencarikan peluang-peluang pekerjaan dari perusahaan yang mendaftarkan diri dalam website Disnaker Kota Padang itu,” bebernya.

Selanjutnya, imbuh Widia, Disnakerin Kota Padang juga melakukan pelatihan-pelatihan keterampilan yang berkompetensi. Sifatnya bisa menjadi wirausaha dalam upaya mengurangi pengangguran di Padang.

“Jadi tenaga kerja yang  mengikuti keterampilan ini ada batasan usianya, mulai 18 tahun hingga 40 tahun. Mereka akan dilatih dalam bentuk kompetensi misalnya menjahit, tata rias, perbengkelan, barista dan lain-lain,” tuturnya.

Tak hanya itu, Disnakerin Kota Padang juga melakukan pemetaan jumlah berapa banyak tenaga kerja formal dan informal yang ingin mencari kerja, seperti di perusahaan, mandiri, ataupun di tempatkan ke luar negeri.

BACA JUGA:  Pelayan Publik di Mentawai Divaksinasi

“Langkah-langkah itu tujuan dan muaranya diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di Padang. Untuk itu, sangat dibutuhkan cara mengatasi pengangguran agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” tegasnya.

Ia berharap perusahaan-perusahaan di Kota Padang bisa mulai menambah jumlah lapangan kerja.  Terutama pada sektor industri, ini akan dapat mampu menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran di Padang.

“Sebenarnya kita harus bisa menumbuhkan sektor industri, mendorong perusahaan lebih meningkatkan dan memperluas kerja sama, tak hanya lokal saja tapi juga sifatnya luar negeri. Tentu bisa menambah produksi dan akan pasti memerlukan tenaga kerja,” pungkasnya. (da.)


Temukan berita Padang hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan