Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Penerbangan Rute BIM-Kualalumpur Diharapkan Aktif Lagi

  • Bagikan
Penerbangan Rute BIM-Kualalumpur 2021
Salah satu maskapai Malaysia saat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Penerbangan rute BIM-Kualalumpur sangat diharapkan bisa aktif kembali. Sehingga, pariwisata kedua Indonesia dan Malaysia bangkit lagi. Usulan itu disampaikan oleh Konsul Pelancongan/Direktur Tourism Malaysia di Konsulat Jenderal Malaysia Medan, Encik Hishamuddin Mustafa, Jumat (1/10/2021).

Hishamuddin Mustafa mengemukakan harapan agar penerbangan rute BIM-Kualalumpur kembali diaktifkan, mengingat sudah menurunnya kasus positif Covid-19 beberapa bulan terakhir. Hal itu tentunya menjadi angin segar bagi dunia pariwisata yang terpuruk sejak 2020.

Jika penerbangan Malaysia-Indonesia atau sebaliknya kembali dibuka, ia optimis dunia pariwisata kembali bangkit. Baik wisata domestik maupun mancanegara. Termasuk, wisata ke Malaysia dan sebaliknya. Sebab, selama ini Malaysia adalah salah satu tujuan wisata bagi wisatawan Indonesia.

Bahkan dari Sumbar tidak saja untuk mengunjungi objek wisata dan belanja, tetapi juga untuk menjalani pengobatan di Malaysia. Untuk itu, dia kembali menyampaikan harapan besar agar penerbangan rute BIM-Kualalumpur atau sebaliknya, kembali diaktifkan.

“Kita bermohon penerbangan rute BIM-Kualalumpur dibuka kembali,” harap Hishamuddin Mustafa.

Katanya, di Malaysia vaksinasi bagi penduduk dewasa sudah mencapai 81 persen. “Kalau vaksinasi sudah mencapai 90 persen bagi seluruh penduduk Malaysia, maka perbatasan negara akan dibuka kembali. Bahkan, Pulau Langkawi sudah dibuka kembali meski untuk wisatawan domestik. Ini adalah tanda-tanda yang baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Nagari Lubukalung Kabupaten Padangpariaman

Menurutnya, saat ini semua pihak yang terkait perlu bekerja sama dan berkolaborasi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab, industri pelancongan sangat tergantung pada penanganan wabah itu sendiri, dengan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

Sebagaimana program yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia yang dikenal dengan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability). Sehingga, tidak terjadi kerumunan dan pelanggaran prokes lainnya saat pariwisata dibuka kembali. Dia melihat, di Indonesia capaian vaksinasi juga bagus. Banyak diadakan vaksinasi massal. Anak-anak sekolah juga divaksin. “Ini kebijakan yang sangat bagus dari Menteri Kesehatan,” pujinya.

Mustafa juga mengatakan, industri pariwisata penyumbang terbesar pemasukan suatu negara dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Pariwisata menggeliat ekonomi juga hidup. Untuk Malaysia, rata-rata 3,6 juta pengunjung masuk setahun. Untuk itu, ia berharap sudah saatnya dibuka kembali batas antarnegara untuk menghidupkan kembali pariwisata. Salah satunya dengan mengaktifkan penerbangan rute BIM-Kualalumpur.

Tujuan wisatawan ke Malaysia tidak hanya untuk berlibur tapi juga untuk berobat. Menurutnya, lebih 1,2 juta orang berobat ke Malaysia tahun 2019. Sebanyak 600 ribu dari Indonesia. 400 ribunya dari Sumatera, Aceh, Sumatera Utara, Sumtera Barat dan Riau. Saat ini sudah dibolehkan masuk ke Malaysia untuk berobat di hospital-hospital yang ada di Melaka, Kualalumpur dan Johor.

Sudah boleh menggunakan pesawat yang masuk dari Jakarta dan Menado ke Kualalumpur. Selain itu, juga boleh masuk lewat laut via Batam ke Johor. Untuk tujuan ke Penang harus menggunakan direct flag. Namun, untuk ke Sumbar belum ada karena masih ditutup bandaranya.

BACA JUGA:  Gugatan Tujuh Calon Kepala Daerah di Sumbar Diterima MK

“Makanya, kami berharap Bandara Internasional Minangkabau dan bandara di Sumatera Utara dibuka kembali untuk wisatawan asing. Minimal penerbangan rute BIM-Kualalumpur dan sebaliknya,” harapnya.

Hishamuddin Mustafa juga mengatakan, syarat untuk masuk ke Malaysia saat ini akan diputuskan. Akan ada pembicaraan Menteri Pelancongan Malaysia dan ASEAN termasuk dengan Menteri Pariwiata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

“Cuma syarat masuk ke suatu negara sekarang, kalau dilihat di Thailand divaksin 2 kali dan hasil tes FCR negatif dan tidak perlu dikarantina. Itu bagus. Thailand mengusulkan begitu,” ujarnya.

Nah, jika perbatasan Indonesia-Malaysia dibuka ia memohon diadopsi syarat seperti itu. Artinya pelancong yang masuk tidak dikarantina dulu selama 15 hari. Karena tidak efisen dari segi waktu dan pengeluaran. Akan habis waktu untuk karantina saja. “Lain kalau untuk berobat, memang tujuannya berobat ke rumah sakit untuk mendapatkan kesembuhan,” ujarnya.

Dia mengatakan,  jika penerbangan rute BIM-Kualalumpur dibuka, kunjungan ke Sumbar juga akan ramai kembali. Sebab menurutnya pariwisata Sumbar sangat bagus dan beragam. Tidak saja wisata alam tapi juga budayanya.

BACA JUGA:  Sekolah di Solsel yang Ditutup Sebanyak 12 SD dan 4 SMP

Hadiri Rakernas Asita II

Mutafa juga berkesempatan hadir pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II ASITA yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis (30/9/2021). Dalam kesempatan itu, Hishamuddin Mustafa menyatakan rasa optimisnya tak lama lagi dunia pariwisata Malaysia dan Indonesia akan kembali bergerak, dan menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar bagi perekonomian kedua negara.

Ia pun sangat senang diberi kesempatan berbicara dalam kegiatan tersebut, untuk memberikan dukungan dan update situasi terkini. “Kegiatan ini sangat strategis mendorong dibukanya kembali kunjungan wisata mancanegara. Misalnya seperti dengan mengaktifkan lagi penerbangan rute BIM-Kualalumpur. Peserta yang hadir dalam rakernas ini sudah bersedia membantu untuk menghidupkan kembali ekonomi melalui pariwisata,”ujarnya.

Dia juga mengatakan, meski kunjungan wisata tak ada selama dua tahun, tapi pihaknya tetap beraktivitas dan membuka kantor di Medan. Sehingga, dapat anugerah pada Lake Toba Tourism Award 2021 kategori Lake Toba Leading Foreign Tourism Office diselenggarakan oleh ITTA Foundation.

“Ini suatu prestasi yang membanggakan karena orang tak bisa berbuat apa-apa, tapi kita tetap aktif dan memberikan masukan untuk pariwisata Indonesia,” ujarnya. (eni)


Temukan berita Padang hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan