Kamis, 22 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Penerapan Prinsip ESG bukan Pilihan, tapi Kewajiban Seluruh Industri

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan penanaman pohon. (Foto: Kemenperin)
211 pembaca

Jakarta | Datiak.com – Penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) bukan lagi pilihan, melainkan suatu keharusan bagi perusahaan industri di seluruh dunia. Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, baru-baru ini.

Menperin menekankan bahwa sektor industri, sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, saat ini dihadapkan pada tuntutan mendesak untuk mewujudkan keberlanjutan dan ketahanan dalam setiap langkahnya.

“Dalam lima tahun terakhir, sektor industri pengolahan non migas di Indonesia terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB). Namun, semakin jelas bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh terlepas dari tanggung jawab sosial dan lingkungan,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengindikasikan bahwa peran sektor industri sebagai pendorong utama PDB harus sejalan dengan komitmen terhadap keberlanjutan. Penerapan prinsip ESG, yang mencakup kriteria untuk menilai kinerja berkelanjutan dan dampak sosial suatu perusahaan, menjadi fokus utama.

Penerapan prinsip ESG di industri tidak hanya berkaitan dengan mitigasi dampak lingkungan negatif, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial terhadap karyawan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan yang baik.

“Sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional, pembangunan industri kini diarahkan untuk dapat menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan, didasarkan pada aspek Environmental, Social, and Governance untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030,” tambah Menperin.

Perusahaan yang menerapkan prinsip ESG bukan hanya dianggap sebagai entitas ekonomi semata, melainkan juga sebagai agen perubahan positif.

Meskipun dihadapkan dengan tantangan, perusahaan pionir telah membuktikan bahwa ESG merupakan investasi berharga yang menciptakan nilai tambah jangka panjang dari segi ekonomi dan reputasi.

Dengan memprioritaskan keberlanjutan, perusahaan dapat mengurangi risiko lingkungan dan sosial, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses ke sumber daya yang berkelanjutan.

Pentingnya penerapan prinsip ESG di industri semakin diakui, terutama dalam rangka mendukung tujuan Indonesia untuk masuk ke dalam keanggotaan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Sebagaimana diketahui, OECD sebagai organisasi internasional, fokus pada kebijakan dan standar internasional untuk mendorong kemakmuran, kesetaraan, dan kesejahteraan di aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Penerapan ESG juga diakui sebagai pendorong inovasi dan pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan yang proaktif dalam mengatasi masalah lingkungan dan sosial seringkali menjadi pionir dalam menciptakan solusi-solusi inovatif yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Sebagai langkah nyata untuk mendorong langkah-langkah positif, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyelenggarakan Acara Apresiasi Resilience and Sustainability Industry pada 11 Desember 2023, di Jakarta.

Acara tersebut bertujuan untuk memberikan apresiasi dan mendorong para pelaku usaha industri dan kawasan industri untuk terus mengembangkan ESG dalam industri nasional.

“Melalui penghargaan yang diberikan dalam 13 kategori berbeda, apresiasi ini bukan hanya sebatas bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai dorongan nyata untuk mendorong transformasi positif dalam industri,” ungkap Dirjend Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional, Eko S.A Cahyanto.

Dengan demikian, penerapan prinsip ESG bukanlah pilihan, melainkan suatu keharusan. Dorongan bagi perusahaan dan entitas industri untuk menjadi agen perubahan dapat menciptakan masa depan yang berkelanjutan dan tangguh untuk generasi mendatang. (*)