Pendapatan APBN di Sumbar Capai Rp 3,34 Triliun

  • Bagikan
realisasi pendapatan APBN di Sumbar triwulan kedua 2021
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar, Heru Pudyo Nugroho. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Realisasi pendapatan APBN di Sumbar pada triwulan kedua tahun 2021 mencapai Rp 3,34 triliun. Angka itu tumbuh sebesar 23,95 persen jika dibanding realisasi periode yang sama tahun 2020. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Perbendaharaan Sumbar, Heru Pudyo Nugroho, saat konferensi pers dengan awak media di Kanwil Ditjen Perbendaharaan, Senin (12/7/2021).

Katanya, capaian pendapatan APBN di Sumbar menjadi cukup bagus, karena ditopang oleh sisi penerimaan perpajakan dan cukai. Pasalnya, harga komoditas kelapa sawit yang menjadi salah satu komoditas andalan Sumbar sangat bagus di pasar internasional.

“Sehingga berkontribusi terhadap peningkatan bea masuk dari sisi penerimaan di sektor kepabeanan dan cukai mengalami kenaikan,” sebut Heru.

BACA JUGA:  Nenek di Bukittinggi Dirampok saat Jalan Sendirian

Sementara dari sisi realisasi belanja negara sebesar Rp 15,16 triliun atau sekitar 49 persen dari total pagu Rp 31,137 triliun. Angka ini di atas rata-rata nasional 40 persen. Meski begitu, hal tersebut masih perlu diakselerasi untuk mendorong pendapatan APBN di Sumbar.

“Nah ini masih menjadi konsen kami dan masih perlu untuk kita akselerasi karena di tengah kondisi pandemi saat ini, perekonomian masih sangat rentan terhadap fluktuasi, apalagi sekarang ada kebijakan PPKM Darurat di beberapa wilayah di Sumbar,” ucapnya.

“Tentunya kerja keras APBN untuk membantu agar perekonomian Sumbar tidak terkontraksi terlalu dalam akibat pandemi, ini menjadi sangat krusial,” sambung Heru.

Upaya Tingkatkan Pendapatan APBN di Sumbar

Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya bersinergi dengan stakeholder terkait. Termasuk meminta KPBN untuk semakin memperkuat sinergi dengan stakeholder terkait dalam rangka mengakselerasi belanja APBN. Baik itu alokasi belanja kementerian lembaga, maupun alokasi untuk transfer ke daerah, dan juga dana desa.

BACA JUGA:  Pembangunan Irigasi di Pariaman Batal karena Pandemi

Sehingga, pada triwulan ketiga pendapatan APBN di Sumbar juga mengalami peningkatan. “Untuk triwulan tiga masih fluktuatif, kita tentu masih sangat berhati-hati karena kondisi pandemi sendiri mengalami tren kenaikan. Sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” tukas Heru. (da.)


Temukan berita Padang hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan