Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Pendampingan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Masih Lemah

  • Bagikan
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Mentawai Nicholaus Sorot Ogok. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Kasus pencabulan oleh oknum mantan pendeta di Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Selatan, harus menjadi pejaran. Sehingga, kejadian memilukan itu tidak terulang ke depannya. Salah satunya dengan memaksimalkan pendampingan perempuan dan anak di Bumi Sikerei itu.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kepulauan Mentawai, Nicholaus Sorot Ogok, mengakui bahwa pihaknya belum bisa mengoptimalkan pendampingan terhadap korban kekerasan di Mentawai.

Selain keterbatasan anggaran, katanya hal itu lantaran minimnya pekerja sosial. Bahkan, pekerja yang menangani perlindungan perempuan dan anak di Dinsos P3A Mentawai hanya satu orang.

“Memang kita punya Seksi Penanganan Anak, tapi itu belum optimal. Begitu juga dengan petugas-petugas sosial ditempatkan di kecamatan-kecamatan. Kita tidak menyalahkan mereka, namun karena keterbatasan anggaran, kita belum bisa berbuat banyak,” ungkapnya, Kamis (2/7).

Ia berharap, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi beberapa waktu belakangan menjadi landasan untuk mengoptimalkan pendampingan korban kekerasan. Baik itu dari segi mental maupun psikologi korban.

“Untuk tahun ini, anggaran pendampingan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan seksual sebesar Rp 180 juta. Namun, setelah refocusing anggaran, bersisa Rp 125 juta,” sebutnya.

Seperti diketahui, salah seorang remaja di Tuapeijat berinisial KL (16 tahun), memilih mengakhiri hidupnya dengan meminum racun. Setelah dilakukan upaya pertolongan hingga menjalani perawatan dua hari di RSUD Mentawai, KL dinyatakan meninggal dunia, Minggu (28/6).

KL memutuskan bunuh diri karena depresi. Pasalnya, remaja malang itu sudah menjadi korban pencabulan oknum mantan pendeta di sana, yang berinisial RP (46 tahun). Kini, pihak kepolisian sudah melimpahkan kasus RP ke pihak kejaksaan. (da.)

  • Bagikan