Penangkapan Terduga Pencuri Berlangsung Histeris

  • Bagikan
Penangkapan terduga pencurian peralatan elektronik di Korong Pelambayan, Nagari Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, berlangsung histeris. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Tim Gagak Hitam dari Satreskrim Polres Padangpariaman menangkap R di rumahnya, di Korong Pelambayan, Nagari Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, kemarin sore (2/6). Penangkapan terduga pencurian peralatan elektronik itu pun berlangsung histeris.

Kasat Reskrim Polres Padangpariaman, Iptu Abdul Kadir Jailani menjelaskan, penangkapan R berawal dari laporan Halit, salah warga Korong Palembayan, Senin (3/2). Dalam laporan itu, dijelaskan bahwa rumah Halit telah dirampok, sehingga ia kehilangan barang elektronik dan uang.

“Laporan korban yang kita terima tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/16/IIl/2020/Polres tanggal 03 Februari 2020,” ungkap Abdul di Mapolres Padangpariaman, Kamis (4/6).

Abdul menjelaskan, pencurian terjadi pada tanggal 2 Februari 2020. Jadi, hanya sehari berselang, korban langsung mendatangi kantor polisi untuk melaporkan kejadian tersebut. “Berdasarkan laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

BACA JUGA:  Kasus Narkoba Meningkat di Dharmasraya, yang Lain Turun

Setelah mengumpulkan sejumlah informasi, pihaknya pun mendapatnya nama R. Setelah didalami, pihaknya menduga kuat bahwa memang pria 23 tahun itu pelakunya. “Pas kita dalami, ditemukan barang bukti yang diduga milik korban, yaitu televisi berukuran 32 inci,” ungkap Abdul.

Untuk itu, pihaknya melakukan pengintaian terhadap R di rumahnya. Upaya itu pun berhasil, karena R yang tidak mengetahui akan disergap oleh petugas, tiba-tiba pulang ke rumahnya. “Kesempatan itu dimanfaatkan anggota kita untuk menangkap tersangka,” ungkapnya.

Namun, ketika petugas memasuki rumahnya, R tampaknya mendapatkan bocoran. Sehingga, ia berupaya bersembunyi di atas loteng rumahnya itu. “Upaya tersangka bersembunyi dengan mudah diketahui petugas kita, karena loteng rumahnya itu terbuka,” ucapnya.

BACA JUGA:  Tunggu Hasil Hitung Kerugian Dugaan Korupsi Masjid Raya Sumbar

Kendati begitu, polisi tetap disulitkan menangkap R. Sebab, ia terus menolak ketika diminta turun dari loteng. Sehingga, petugas memaksa dengan menariknya untuk turun. “Beruntung tidak ada yang terluka saat penangkapan itu. Baik anggota ataupun tersangka,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, suasana penangkapan R juga berlangsung histeris keluarga tersangka. Sebab, ibu dan adik-adik R tidak menyangka R telah melakukan tindakan melawan hukum tersebut. “Jadi keluarga teriak histeris saat penangkapan dan berusaha menahan petugas membawa tersangka,” tambahnya.

 Beruntung, upaya pencegahan oleh keluarga tidak dengan cara keras. Sehingga, petugas dapat menenangkan mereka dan meminta datang ke Mapolres Padangpariaman. “Tindakan tersangka ini disertai dengan pemberatan berupa uang senilai Rp 1,5 juta. Sekarang masih kita dalami untuk proses lebih lanjut,” pungkas Abdul. (da.)

  • Bagikan