Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Penanganan Covid-19 di Pessel sudah Serap Rp 11,7 Miliar

  • Bagikan
penanganan Covid-19 di Pessel
Serapan dana penanganan Covid-19 di Pessel sudah mencapai Rp 11,7 miliar. (Ilustrasi: Tim Datiak.com)

Pesisir Selatan | Datiak.com – Serapan dana penanganan Covid-19 di Pessel (Pesisir Selatan) sudah mencapai Rp 11,7 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari dana refocusing Covid-19 tahun 2021 dengan alokasi sebesar Rp 62 miliar.

Hal itu dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma. “Hingga saat ini serapan anggaran yang sudah terpakai untuk penanganan Covid-19 di Pessel ini sudah mencapai Rp 11,7 miliar,” ungkap Intan.

“Dana itu bersumber dari refocusing penanganan pandemi Covid-19 sebesar Rp 62 miliar. Jika  dikalkulasikan dana itu baru terpakai sebesar 18,8 persen,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, serapan anggaran tersebut terhitung sejak bulan Mei 2021 lalu, atau setelah pengesahan peraturan kepala daerah (perkada). Dia menilai realisasi anggaran penanganan pandemi Covid-19 di sejumlah organisasi perangkat daerah yang terlibat masih cukup baik.

”Kalau kita lihat, realisasinya masih cukup baik. Karena kita menghitung serapan anggarannya bukan dari awal Januari, tetapi setelah pengesahan Perkada pada 4 Mei 2021 lalu,” ungkap Intan.

Aturan Realisasi Dana Penanganan Covid-19 di Pessel

Dalam melakukan penggunaan anggaran daerah untuk penanganan Covid-19 di Pessel berpedoman kepada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) dan Dampaknya.

Katanya, dari total Rp 62 miliar dana yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di Pessel, lebih dari separuh tersedot untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes). ”Sebab total dana yang dialokasikan untuk membayar insentif tenaga kesehatan itu, angkanya mencapai Rp 39 miliar, dari Rp 62 miliar dana yang ada,” ucapnya.

Ditambahkan lagi, sebesar Rp 19 miliar digunakan untuk penanganan Covid-19 seperti operasi yustisi dan berbagai kegiatan lainnya. Rp 3 miliar lainnya juga dimanfaatkan untuk dukungan vaksinasi Covid-19 yang saat ini masih terus berlangsung.

“Jadi yang paling banyak menyedot anggaran itu, untuk insentif tenaga kesehatan. Insentif itu ada pada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Namun komponen yang paling besar itu ada pada Dinas Kesehatan. Sebab angkanya lebih dari separuh total alokasi anggaran, yakni sebesar Rp 39 miliar,” jelas Intan. (da.)


Temukan berita Pesisir Selatan hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan