Penambahan Tempat Isolasi di Mentawai Serap Dana Rp 305 Juta

  • Bagikan
Kalaksa BPBD Kepulauan Mentawai, Novriadi, dan Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar, soal penambahan tempat isolasi pasien positif Covid-19 di Mentawai, saat jumpa pers di Aula Sekretariat BPBD Mentawai, Sabtu (21/11). (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Pemerintah Kebupaten Kepulauan Mentawai menetapkan penambahan tempat isolasi pasien Covid-19. Yakni di Hotel Turonia di Desa Tuapejat, lalu Wisma Lestari di Sikakap. Hotel Turonia disewa selama 60 hari. Sedangkan Wisma Lestari selama 30 hari.

Hal itu diungkapkan oleh Kalaksa BPBD Kepulauan Mentawai, Novriadi, saat jumpa pers di Aula Sekretariat BPBD Mentawai, Sabtu (21/11). Penambahan tempat isolasi tersebut, mampu menyediakan 40 kamar untuk isolasi pasien positif virus corona di sana.

“Hotel Turonia memiliki sebanyak 26 kamar. Sedangkan di Wisma Lestari terdapat 14 kamar. Jadi keseluruhannya sebanyak 40 kamar,” kata Novriadi yang dianggukkan Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar, yang turut hadir dalam jumpa pers tersebut.

BACA JUGA:  Kader PKK Harus jadi "Ujung Tombak" Sosialisasi di Masyarakat

Untuk Hotel Turonia, imbuh Novriadi, harga sewanya Rp 150 ribu satu kamar per harinya. Harga itu sudah termasuk pajak PPn 10 persen dan PPh 4 persen. “Jadi untuk 60 hari penyewaan Hotel Turonia, kita mengeluarkan anggaran sebanyak Rp 234 juta,” ungkap Novriadi.

Sedangkan Wisma Lestari nilai sewanya ternyata lebih tinggi. Kata Novriadi, harga kamarnya dibanderol Rp 171 per harinya. Jadi, total anggaran yang dikucurkan untuk menyewa wisma tersebut selama 30 hari, yakni 71.280.000.

“Harga kamar wisma per hari tersebut juga sudah include dengan pajaknya. Kita terpaksa harus ikut dengan harga yang ditetapkan pihak wisma, karena kita memang sangat membutuhkan penambahan tempat isolasi,” kata Novriadi.

BACA JUGA:  Napi Asimilasi Lakukan Pencurian dengan Kekerasan terhadap Mahasiswi

Untuk itu, Novriadi kembali mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak di Kepulauan Mentawai agar menaati protokol kesehatan. Sehingga, angka paparan Covid-19 tidak terus bertambah di Bumi Sikerei. “Kita juga memperketat pintu masuk dengan mewajibkan setiap pelaku perjalanan ke Mentawai membawa bukti tes swab negatif,” pungkasnya.

Data yang dihimpun Datiak.com, kemarin (21/11) terkonfirmasi positif Covid-19 masih terus bertambah di Mentawai. Jumlahnya sebanyak 5 orang pasien positif. Sedangkan pasien sembuh tidak ada di hari yang sama.

Sekarang, tercatat total kasus yang pernah ditemukan di Kepulauan Mentawai yaitu 184 kasus. Untungnya, 146 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Di Mentawai juga belum pernah tercatat adanya pasien yang meninggal dunia. (da.)

  • Bagikan