Pemuda Batang Gasan Refleksi Padangpariaman Sesungguhnya

  • Bagikan
Pemuda Batang Gasan memperbaiki jembatan yang rusak di Kampung Piliang karena banjir pada pertengahan Juli 2020 lalu. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Banjir dan longsor melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Batang Gasan, Juli 2020 lalu. Akibatnya, banyak jalan dan jembatan yang rusak. Hal itu tentunya membuat akses masyarakat terputus. Salah satunya di Kampung Piliang. Pemuda Batang Gasan pun bergerak menyelesaikan permasalahan itu.

“Kondisi tersebut sudah memicu masalah perekonomian warga. Terlebih yang kesehariannya bekerja sebagai petani. Pasalnya, akses prioritas mereka mengangkut hasil pertanian,” ujar Indra Gunawan, salah seorang pemuda di sana.

Beruntung, lanjutnya, masyarakat Batang Gasan memiliki pemuda yang kompak. Mereka terhimpun dalam Komunitas Anak Batang Gasan Peduli. Sehingga, mereka selalu berusaha menyelesaikan permasalahan warga dengan cepat.

“Dalam memperbaiki akses warga yang diterjang banjir dan longsor itu, pemuda langsung bergotong royong. Segala material longsor yang menimbun jalan pun disingkirkan. Sedangkan jembatan putus diperbaikinya menggunakan pohon pinang,” katanya.

Usaha itu pun berjalan sangat baik dan cepat. Alhasil, katanya warga tidak terlalu lama dipusingkan kesulitan akses, karena jalan dan jembatannya sudah terbenahi.

“Secara pribadi, saya sangat senang telah lahir dan tumbuh sebagai pemuda di Batang Gasan. Sehingga, saya dapat terlibat langsung dengan kekompakan dan kepedulian teman-teman di sini. Saya benar-benar merasakan bahwa anak nagari adalah paga nagari,” hematnya.

Ia bahkan menilai pemuda Batang Gasan wujud nyata kepribadian masyarakat Piaman. Yakni menyelesaikan segala permasalahan bersama-sama. Mereka bergotong royong dengan tenanga, lalu badoncek menggunakan finansialnya.

“Banyak hikmah yang dapat diambil dari kekompakan masyarakat Batang Gasan. Terlebih dari kalangan pemudanya. Mereka mampu menampik penilaian negatif tentang pemuda,” cermatnya.

Menurutnya, realita kehidupan mayoritas kalangan muda saat ini, belum sepenuhnya aktif berkegiatan positif. Masih ada yang sibuk huru-hara dan tak acuh sedikitpun dengan kondisi nagarinya. Padahal, keberadaan mereka sangat dibutuhkan oleh nagari.

“Saya sangat menyarankan kepada kalangan muda atau sebanya agar memulai hijrah ke arah yang lebih baik untuk mengharumkan nama nagari. Baik dengan tenaga ataupun pikiran. Dengan demikian, insya Allah ke depan kita bisa memajukan nagari secara bersama-sama,” ajaknya. (da.)

  • Bagikan