Pemko Pariaman Sanksi Warga Agam dan Padangpariaman

  • Bagikan
Salah seorang pelanggar protokol kesehatan di Pariaman saat menjalani sanksi kerja sosial. Seperti diketahui, Pemko Pariaman mulai menindak setiap orang yang melanggar ketentuan Perda AKB ketika beraktivitas di daerahnya. (Foto: Istimewa)

Pariaman | Datiak.com – Pemko Pariaman mulai melakukan penindakan bagi pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Senin (12/10). Pasalnya, selama ini sosialisasi Perda AKB Sumbar itu sudah dilakukan secara maksimal di Kota Tabuik tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kepala SatpolPP Kota Pariaman Elfis Candra. Katanya, selama seminggu Pemko Pariaman sudah gencar sosialisasi dan pembagian masker, agar masyarakat yang beraktivitas di Kota Pariaman patuh terhadap protokol kesehatan.

Untuk itu, imbuh Elfis, penindakan bagi pelanggar Perda AKB mulai dilakukan sejak Senin (12/10). Hasilnya, hingga Selasa (13/10 pukul 12.00 WIB, sebanyak 90 orang dikenai sanksi. Para pelanggar Perda AKB Sumbar itu tidak hanya warga Kota Pariaman, tetapi juga dari Kabupaten Agam dan Kabupaten Padangpariaman.

BACA JUGA:  Mentawai Fokus Membangun Infrastruktur Tahun 2022

“Sebanyak 75 orang yang melanggar memilih sanksi kerja sosial. Sedangkan 15 orang lagi memilih sanksi administrasi berupa denda Rp 100 ribu. Pelanggar tidak hanya masyarakat sipil, tetapi ada juga ASN (Aparatur Sipil Negara),” ungkap Elfis, Selasa (13/10).

Elfis berharap, masyarakat ataupun pengunjung Kota Pariaman agar selalu disiplin terhadap protokol kesehatan. Mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan tidak berkerumun. Pasalnya, hal itu penting untuk memutus dan mencegah penyebaran Covid-19.

Informasi yang dihimpun Datiak.com, total terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pariaman sudah tercatat sebanyak 279 orang. Sebanyak 186 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak 7 orang. Sekarang, 11 orang pasien positif di sana masih menjalani perawatan, 32 orang di fasilitas khusus, dan 43 oang menjalani isolasi mandiri.

BACA JUGA:  Apa Pentingnya Pemilihan Duta Genre di Padangpariaman?

Pariaman menjadi daerah yang patut tegas dalam penegakan Perda AKB Sumbar, lantaran kota hasil pemekaran Kabupaten Padangpariaman itu, kini berstatus kini zona merah atau memiliki risiko tinggi penyebaran Covid-19. Status Kota Pariaman itu sama dengan Kota Padang dan Kota Sawahlunto. (da.)

  • Bagikan