Pemkab Mentawai Gerak Cepat Sosialisasikan Perda AKB

  • Bagikan
Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake (dua dari kiri), didampingi Kapolres AKBP Ma’at, Dandim Letkol Bagus Mardianto, Sekdakab Martinus Dahlan dan sejumlah kepala OPD, saat sosialisasi Perda AKB di Desa Sioban. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai langsung gerak cepat menindaklanjuti Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Bahkan, Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake, ikut turun menyosialisasikan Perda AKB yang diterbitkan Pemprov Sumbar tersebut.

Desa Sioban di Kecamatan Sipora Selatan menjadi salah satu lokasi kunjungan sosialisasi Kortanius dan rombongan, Selasa (15/9). Dalam sosialisasi yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Sioban itu, turut hadir Kapolres Mentawai AKBP Ma’at, Dandim 0319 Letkol Bagus Mardianto, Sekdakab Martinus Dahlan dan beberapa kepala OPD di Pemkab Mentawai.

Kortanius menilai, upaya pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19 harus ditingkatkan. Hal itu dapat diwujudkan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di Kepulauan Mentawai. “Kita harus mengakui bahwa selama ini kita masih banyak lalai, sehingga belum mengindahkan protokol kesehatan. Dampaknya, masyarakat terpapar kini mengalami peningkatan,” ujar Kortanius dalam sosialisasi itu.

BACA JUGA:  Perda AKB Sumbar Memuat Sanksi Penjara dan Denda

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, imbuhnya, Pemprov bersama DPRD Sumbar telah mengeluarkan Perda AKB. “Sekarang ini, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, Perda ini harus dilaksanakan. Sebab ini untuk kepentingan kesehatan kita semua,” ajaknya kepada masyarakat di sana.

Ia berharap, keberadaan Perda AKB bisa menjadi solusi pencegahan hingga pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Sikerei. Untuk itu, pihaknya menargetkan bakal merampungkan sosialisasi di seluruh Kepulauan Mentawai, dalam tujuh hari ke depan.

“Kita akan gencar sosialisasikan Perda ini dalam sepekan ke depan. Jadi, seluruh masyarakat di Kepulauan Mentawai dapat mengetahuinya. Semoga, dengan begitu daerah kita terbebas dari pandemi ini,” harapnya.

BACA JUGA:  Awasi Realisasi DAK Pembangunan RSUD Padangpariaman

Tidak itu saja, untuk memaksimalkan pelaksanaan Perda AKB, pihaknya juga bakal membentuk tim penegakan dan pengawasan. Jadi, setiap pelanggaran dapat diproses sesuai ketentuan yang diberlakukan dalam Perda tersebut.

Seperti diketahui, Pemkab Mentawai terbilang paling cepat respon dalam antisipasi pandemi Covid-19. 31 Maret 2020, Mentawai menjadi satu-satunya daerah di Sumbar yang memberlakukan karantina lokal selama 14 hari. Tidak itu saja, daerah yang dipimpin Yudas Sabaggalet dan Kortanius Sabeleake itu, juga sempat mengusulkan penutupan bandara di sana, yang terletak di Rokot, Desa Matobek. (da.)

  • Bagikan