Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Pemimpin Sumbar Harus Fokus Pemulihan Ekonomi

  • Bagikan
Politisi nasional dari Partai Demokrat Mulyadi menilai pemimpin Sumbar ke depan harus fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat. (Foto: FB Pribadi)

Padang | Datiak.com – Wabah pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Akibatnya, banyak masyarakat terutama masyarakat kecil, mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Politisi Partai Demokrat Mulyadi mengatakan, permasalahan ini mesti menjadi fokus utama bagi pemimpin Sumbar ke depannya.

Menurut Mulyadi, pemimpin Sumbar nantinya harus bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga, masyarakat Ranah Minang yang ekonominya terpuruk karena pandemi Covid-19, bisa bangkit kembali karena kepiawaian dan kebertanggungjawaban pemimpinnya.

“Pemimpin Sumbar yang terpilih nanti harus menjamin tidak ada masyarakatnya yang tidak bisa makan dan tidak sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar tersebut, di Padang, Kamis (8/10).

BACA JUGA:  Jalan Korong Tarok Terbuka Berkat Dukungan Warga

Jadi, menurutnya pemimpin Sumbar untuk masa jabatan lima tahun mendatang, harus memiliki program unggulan yang disusun berdasarkan kebutuhan primer masyarakat terdampak Covid-19. Program unggulan yang dimaksud Mulyadi seperti program sembako murah. Sebab, meringankan kebutuhan pokok, sama halnya mendukung percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.

Tidak itu saja, bagi Mulyadi bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 1 juta per per bulan, sudah selayaknya diberikan kepada setiap keluarga pra sejahtera atau kurang mampu. Dengan begitu, kualitas kehidupan mereka bisa terjamin. “Implementasi bantuan itu tentu didampingi dengan pembinaan kesejahteraan,” ucapnya.

Selain itu, ia menilai bahwa pemulihan ekonomi juga harus dilakukan dengan memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Hal yang paling penting, baginya pemimpin Sumbar ke depan mampu merancang program padat karya, sehingga ia bisa membuka 50 sampai 100 ribu lapangan kerja.

BACA JUGA:  Penerbangan Rute BIM-Kualalumpur Diharapkan Aktif Lagi

“Satu atau dua tahun pertama menjabat fokusnya harus ke pemulihan ekonomi masyarakat. Tugas ini memang cukup berat. Namun ini harus dilakukan karena keselamatan dan kesejahteraan masyarakat adalah yang utama,” tegas Mulyadi. (da.)

  • Bagikan