Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Pembebasan Lahan Tol di Limapuluh Kota Tetap Dikebut

  • Bagikan
komitmen melakukan pembebasan lahan tol di Limapuluh Kota
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengungkapkan bahwa pihaknya tetap komitmen melakukan pembebasan lahan tol di Limapuluh Kota. (Foto: Istimewa)

Limapuluh Kota | Datiak.com – Pemkab Limapuluh Kota tetap komitmen dan optimis melakukan pembebasan lahan tol di Limapuluh Kota. Sebab, keberadaan jalan bebas hambatan tersebut dianggap sangat vital bagi Limapuluh Kota. Meskipun, nyatanya saat ini telah keluar surat penangguhan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Sesksi Pangkalan-Payakumbuh-Sicincin.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengatakan, Pemkab Limapuluh Kota akan tetap berkomitmen untuk bisa segera menyukseskan pembebasan lahan tol di Limapuluh Kota. “Sekarang, kita sedang membahas bagaimana kelanjutan pembangunan jalan tol yang melewati  Limapuluh Kota,” ungkap Safaruddin, Kamis (19/8/2021).

“Memang ada persoalan lahan yang belum tuntas dan mendapat restu dari masyarakat. Hal ini, menjadi kajian serius bagi kita sebagai pemerintah daerah. Harapannya, lahan yang dibutuhkan bisa dibebaskan agar pembangunan jalan tol bisa terwujud,” imbuhnya.

Menurut Safaruddin, pembangunan jalan tol merupakan akses penting, serta bermanfaat untuk kelancaran mobilitas masyarakat Limapuluh Kota. Salah satunya lebih mudah terkoneksi cepat dengan daerah lainnya termasuk provinsi tetanga. Selain itu, nantinya jalur tol di sana akan melewati sejumlah nagari di beberapa kecamatan.

“Memang ada kendala (pembebasan lahan tol di Limapuluh Kota, Red). Namun, Pemkab Limapuluh Kota berkomitmen dalam upaya menyukseskan pembebasan lahan tol ini. Bahkan, kita juga sudah meminta konsultan pembangunan infrastruktur jalan tol memilih jalur mana yang paling memungkinkan untuk pembangunan jalan tol,” ungkap Safaruddin.

Sebagai program strategis nasional untuk kemudahan dan kelancaran akses transportasi, ia menilai pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru harus diwujudkan. Untuk itu, masyarakat sangat diharapkan bisa mendukung  kelancaran pembangunannya dengan membantu mencarikan solusi setiap kendala yang dihadapi. “Setiap persoalan yang muncul bisa diantisipasi, dan masyarakat ikut memudahkan proses pembangunannya,” harap bupati.

BACA JUGA:  Babak Baru Dugaan Korupsi Hibah KONI Pessel
Ajak Masyarakat Sukseskan Pembebasan Lahan Tol

Ia yakin, masyarakat yang akan dilewati jalur pembangunannya, akan lebih memahami persoalan yang terjadi. Begitu juga harus ada solusi terbaik setiap persoalan dan tidak merugikan masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa mendukung terwujudnya pembangunan jalan tol yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Bagi Limapuluh Kota, lanjut Safaruddin, akses menuju Provinsi Riau merupakan jalur ekonomi produktif. Pasalnya, sekitar 70 persen komoditi pertanian dan peternakan Limapuluh Kota dipasarkan ke  Pekanbaru. Artinya akses transportasi yang lancar, jadi hal paling dibutuhkan untuk menunjang kelancaran mobilitas ekonomi tersebut.

Untuk itulah Pemkab Limapuluh Kota tetap gencar berusaha melakukan pembebasan lahan tol di Limapuluh Kota. Sebab, ia yakin masyarakat di sana sangat membutuhkan tol tersebut. “Selain itu, jalan tol menjadi salah satu kunci untuk membangun sektor pariwisata Limapuluh Kota,” ujarnya.

“Meski memiliki beragam pesona dan keindahan, namun daerah kita memang tidak dipungkiri berada cukup jauh dari bandara yang menjadi penghubung utama dari berbagai daerah. Sehingga, dibutuhkan akses  transportasi yang lancar agar jarak tempuh tidak terlalu lama dari bandara ke Limapuluh Kota,” lanjutnya memaparkan.

Memang, katanya akses transportasi antara Limapuluh Kota dan Pekanbaru saat ini cukup lancar. Hanya saja, kendala medan yang berat dengan turunan dan tanjakan tajam membuat kendaraan kesulitan. Akibatnya, jarak tempuh menjadi cukup lama. Setidaknya, butuh waktu sekitar 5 hingga 6 jam dari Limapuluh Kota menuju Pekanbaru.

BACA JUGA:  Protes Kebijakan PPDB, Guru Sekolah Swasta Sumbar Unjuk Rasa

Belum lagi jalanan sepanjang Limapuluh Kota hingga perbatasan Riau yang rawan terjadi longsor dan banjir. Sebab, berada di sisi tebing dan jurang di sisi jalan lainnya. Tidak jarang ketika musim hujan, terjadi longsor dan banjir hingga membuat akses jalan antarprovinsi tersebut terganggu hingga berdampak pada geliat perekonomian.

“Kita optimistis masyarakat mendukung dan pembebasan lahan tol di Limapuluh Kota untuk pembangunan jalan tol bisa segera diwujudkan. Sehingga, program strategis nasional yang juga akan bermanfaat untuk masyarakat ini bisa dilanjutkan hingga tuntas,” pungkas Safaruddin.

Ditangguhkannya Pembangunan Tol

Sebelumnya, Badan Pengaturan Jalan Tol mengeluarkan Surat Nomor: BM.08-P/598, tanggal 16 Juli 2021. Surat yang ditujukan kepada Direktur Utama PT. Hutama Karya tersebut, menjelaskan perihal “Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Ruas Simpang Indralaya-Muara Enim Seksi Prabumulih-Muara Enim dan Jalan Tol Ruas Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin”.

Sebulan berselang, tepatnya 16 Agustus 2021, surat itupun bocor ke publik Sumbar. Hal itupun ramai sorotan media. Sebab, dalam surat dijelaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Pangkalan-Payakumbuh-Sicincin, telah diputuskan untuk ditangguhkan.

Kabar penangguhan pembangunan tol tersebut langsung direspon oleh DPRD Sumbar. Sebab dinilai bisa merugikan Sumbar dari berbagai sektor. Seperti disampaikan anggota Komisi III DPRD Sumbar, Albert Hendra Lukman. Dia menjelaskan betapa besarnya dampak positif bagi ekonomi Sumbar, apabila pembangunan tol rampung nantinya.

BACA JUGA:  Laporan Harta Kekayaan Cabup Agam dan Wakilnya

Katanya, dari sektor ekonomi, banyak hasil bumi Sumbar yang bisa dibawa dengan lancar ke Riau. Dengan lancarnya jalan dan singkatnya waktu tempuh, akan membuat ongkos angkut lebih kecil. Dengan begitu, akan membawa keuntungan yang lebih besar bagi petani. Termasuk nanti, produksi UMKM dari Sumbar bisa dijual ke Riau.

Belum lagi dalam meningkatkan sektor pariwisata. Dengan potensi pariwisata yang besar di Sumbar akan menjadi potensi dalam meningatkan ekonomi. Selama ini kunjungan warga Riau ke Sumbar saat hari libur cukup besar.

Makanya dengan waktu tempuh yang singkat menuju Sumbar, akan membuat jumlah kunjungan lebih tinggi. Terkait persoalan penangguhan karena pembebasan lahan tol, Albert menyampaikan ini seharusnya menjadi prioritas. Gubernur seharusnya ikut mensosialisasikan dengan masif dan ikut mendorong pemerintah daerah.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi bakal segera melakukan rapat untuk menyikapi terkait penghentian tol tersebut. Mahyeldi menyebut, untuk pembebasan lahan tol masih terus berjalan. Pemprov Sumbar sendiri berkomitmen terus melanjutkan proyek Tol Padang-Pekanbaru. Salah satunya dengan  mendorong pemerintah pusat agar segera membayarkan ganti rugi bagi tanah warga yang sudah selesai pembebasannya. (da.)


Temukan berita Limapuluh Kota hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan