Pembawa Narkoba Diamankan di Rumah Makan Siang Hari

  • Bagikan
RM dan MI beserta paket narkoba jenis ganja kering dan sejumlah barang bukti lainnya. (Foto: Istimewa)

Pasaman – Polres Pasaman mengamankan dua orang pria di salah satu rumah makan, di Muara Manggung Jorong VII, Nagari Tanjung Beringin Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Minggu siang (26/4). Kedua pria berusia 22 tahun itu, berinisial RM dan MI.

Kedua laki-laki itu berasal dari daerah yang sama, yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu. Namun, kecamatannya berbeda. RM adalah warga Kecamatan Batu Raja Timur. Sedangkan MI diketahui berasal dari Kecamatan Kedatun.

Penangkapan RM dan MI, ternyata bermula dari laporan pemilik rumah makan kepada polisi. Sebab, pemilik warung mencurigai barang yang diangkut kedua pemuda itu, saat mereka turun dari kendaraan umum.

Setelah mencermati beberap saat, pemilik warung berfirasat RM dan MI mengangkut barang terlarang. Untuk meyakinkan kecurigaan tersebut, si pemilik warung langsung menghubungi polisi.

Mendapat laporan itu, pihak Polres Pasaman langsung memilih menurunkan Tim Satresnarkoba. Sebab mereka yakin, barang yang diangkut RM dan MI adalah paket narkoba.

Dugaan itu pun ternyata benar. Sebab, setelah mengintai bebarapa saat, anggota Satresnarkoba Polres Pasaman langsung mendatangi RM dan MI. Mereka pun langsung melakukan penggeledahan paket tersebut.

“Petugas kita langsung menggeledah tersangka di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Hasilnya ditemukan 10 paket besar narkoba jenis ganja kering, di dalam dua tas ransel yang mereka bawa,” ujar Kasatnarkoba Polres Pasaman, Iptu Syafri Munir, Selasa (29/4).

Mendapat barang bukti tersebut, Tim Satresnarkoba Polres Pasaman langsung mengamankan RM dan MI. Proses penangkapan itu berlangsung aman, karena kedua tersangka tidak melakukan perlawanan.

Sesampai di Mapolres Pasaman, RM dan MI langsung diinterogasi. Keduanya mengaku bahwa ganja kering itu diperolehnya dari Kabupaten Madina, Provinsi Sumatera Utara.

“Dari pengakuan tersangka, ganja kering ini rencananya akan dibawa ke Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan,” ungkap Syafri.

Sekarang, RM dan MI mendekam di sel tahanan Polres Pasaman. Keduanya dinilai telah melanggar Pasal 114, 115, dan 112 Ayat (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup. (da.)

  • Bagikan