Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Pembangunan Tol Padangpariaman-Pekanbaru masih Terkendala Lahan

  • Bagikan
Pembangunan Tol Padangpariaman-Pekanbaru
Suasana Rapat Koordinasi Pembangunan Tol Padangpariaman-Pekanbaru, di Istana Gubernur Sumbar, Selasa (8/6). (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Pembangunan tol Padangpariaman-Pekanbaru ruas Kasang-Kapalohilalang masih terkendala pembebasan lahan. Salah satunya tanah ulayat. Jadi, prosedur khusus pun diperlukan dalam pembebasannya. Beberapa nagari akan diajak bermusyawarah untuk penyelesaian pembebasan lahan tersebut.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Tol, di Istana Gubernur, Selasa (8/6). Wakil Bupati Padangpariaman, Rahmang yang hadir di sana, mengatakan sudah menjadwalkan musyawarah dengan 12 wali nagari di Padangpariaman terkait pembebasan lahan ruas Kasang-Kapalohilalang itu, hari ini (10/6).

Seluruh pihak bakal dilibatkan terkait urusan pembebasan lahan itu. Mulai dari camat, kerapatan adat nagari (KAN) hingga wali korong. “Pada pertemuan ini nantinya akan dibuat sebuah format untuk mengurai segala hambatan dan alasan dari lambannya masyarakat untuk membebaskan lahannya untuk pembangunan jalan tol,” tutur Rahmang.

BACA JUGA:  Ini Nomor Telepon Layanan Pencegahan Virus Corona

Sementara itu, Wali Nagari Lubukalung Hilman mengatakan, menyangkut pembebasan tanah adat itu yang mempunyai otoritas adalah ninik mamak, mamak kaum, mamak adat hingga kerapatan adat. Di Nagari Lubukalung, ada lima nagari tetapi hanya memiliki satu kerapatan adat.

Saat ini, diakuinya memang masih ada kendala lahan tanah ulayat yang belum tuntas. Kondisi itu terjadi karena adanya masalah internal ninik mamak di kaumnya dalam proses pembagian tanah ulayat. Pihak nagari belum bisa masuk ke ranah tersebut, karena terkait proses pembagian pusako tinggi. ”Karena urusan internal mereka ninik mamak yang memiliki hak terhadap tanah ulayat tersebut,” ucapnya.

  • Bagikan