Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Pembangunan Jembatan Bukiklimbuku jadi Sorotan

  • Bagikan
pembangunan jembatan Bukiklimbuku
Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, yang menceritakan awal mula mangkraknya pembangunan jembatan Bukiklimbuku. (Foto: Istimewa)

Limapuluh Kota | Datiak.com – Proyek pembangunan jembatan Bukiklimbuku yang mangkrak hingga satu dekade, menjadi sorotan masyarakat. Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, mendesak pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunannya. Kuat dugaan terjadi kesalahan dalam proses pembangunan.

Namun entah di mana letak kesalahan yang terjadi, sampai kini masih misterius, yang pasti pembangunan terhenti dan tak pernah dilanjutkan kembali hingga saat ini. Tapak jembatan yang berdiri di kedua sisi pinggir aliran Batang Sinama, di Nagari Bukiklimbuku, Kecamatan Harau, ditumbuhi semak dan sudah berlumut.

Meski periode kepemimpinan berganti, pembangunan jembatan Bukiklimbuku yang disinyalir direncanakan dengan anggaran miliaran itu, tak kunjung jadi perhatian. Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menyebutkan, pembangunan kelanjutan proyek mangkrak tersebut di tahun 2017 lalu juga sudah diminta agar dilanjutkan.

Sayangnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Limapuluh Kota, belum merealisasikannya. ”Harus bisa dilanjutkan, saat masih menjabat wakil bupati, tahun 2017 lalu sudah kita minta ke PUPR untuk melanjutkan agar jangan banyak proyek-proyek mangkrak di Limapuluh Kota. Secara teknis dan sistem anggaran itu mestinya sudah harus dilanjutkan,” ucap Ferizal Ridwan, Selasa (15/6).

BACA JUGA:  Seragam Gratis di Solsel mulai Dibagikan ke SD dan SMP

Jembatan yang rencananya akan menghubungkan Limapuluh Kota dan Payakumbuh untuk jalur alternatif jalan Sumbar-Riau itu, menurut informasi yang disampaikan mantan Wabup yang biasa disapa Buya, kabarnya dulu sudah menjadi perhatian aparat penegak hukum. ”Proyek pembangunan jembatan Bukiklimbuku tersebut, kabarnya dulu pernah diselidiki secara hukum dan sudah selesai,” ungkap Ferizal.

Hanya saja, bagaimana hasil penyelidikannya, Ferizal mengaku juga tidak mengetahui hasilnya. Kendati begitu, Ferizal mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan melanjutkan proyek pembangunan jembatan. ”Memang kita belum dapat informasi hasil penyelidikannya, hanya saja yang pasti proses hukum tersebut tidak jadi halangan untuk melanjutkan proyek pembangunan yang terbengkalai tersebut. “Tentunya, untuk kelanjutan pembangunan tergantung pada kemauan kepala daerahnya,” tegas Ferizal.

BACA JUGA:  Hak Angket kepada Gubernur Sumbar Memenuhi Syarat

Bahkan kata Ferizal, ketika mencalonkan diri menjadi bupati Limapuluh Kota, pada pilkada lalu, salah satu poin penting dalam misinya melanjutkan pembangunan-pembangunan yang mangkrak. Termasuk pembangunan jembatan Bukiklimbuku. ”Ketika saya mencalonkan diri jadi bupati Limapuluh Kota dulu, salah satu misi saya menuntaskan pembangunan mangkrak tersebut,” tukasnya.

Efek Pembangunan Jembatan Bukiklimbuku

Jembatan Bukiklimbuku salah satu akses jalan yang direncanakan penghubung Limapuluh Kota dan Payakumbuh sebagai alternatif jalan nasional menuju Provinsi Riau. Sehingga, kendaraan yang melintas dari Pekanbaru menuju Padang bisa melewati rute, Ketinggian, Batubolang, Bukiklimbuku dan batas Payakumbuh tanpa harus melewati Pasar Sarilamak yang biasanya macet di saat hari libur.

Jika pembangunan jembatan Bukiklimbuku berhasil dituntaskan, tentu saja akses dari Payakumbuh di jalan lingkar akan terhubung langsung menuju Bukiklimbuku dan tembus ke Ketinggian jalan Sumbar-Riau lagi. Artinya, upaya pengembangan IKK Sarilamak akan lebih leluasa, jika ada jalur alternatif yang tak terlalu jauh.

BACA JUGA:  17 Daerah di Sumbar Jalani Normal Baru

Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra menyebutkan, pemerintah daerah perlu memperhatikan kelanjutan pembangunan yang mangkrak. ”Kita akan desak pemda selesaikan permasalahannya, jika ada menyangkut persoalan hukum. Jika tidak ada persoalan hukum, kita dorong pemda segera usulkan penganggarannya kembali untuk tahun 2022,” ucap Ketua DPRD, Deni Asra, kemarin.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Limapuluh Kota, Yunire Yunirman belum berhasil dihubungi awak media untuk informasi terkait pembangunan jembatan Bukiklimbuku, dan informasi lainnya terkait awal pembangunan dan kendala yang dihadapi hingga pembangunan terhenti dan tak pernah dilanjutkan lagi. (da.)

  • Bagikan