Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Pelayan Publik di Mentawai Divaksinasi

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan bersama Kapolres dan Komandan Kodim Mentawai usai pelaksanaan vaksinasi terhadap para pelayan publik di Mentawai, di halaman kantor Dinkes Mentawai.
Foto: Humas for Datiak.com

Mentawai | Datiak.com – Pelayan publik di Mentawai mulai divaksinasi, kemarin (30/3). Di antaranya dari Dinas Perhubungan dan tenaga pengajar atau para guru. Termasuk para personel TNI, Polri, SAR serta SatpolPP di Bumi Sikerei tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan, vaksinasi terhadap para pelayan publik di Mentawai, bakal berlangsung dua kali nantinya. “Jumlah vaksin yang tersedia saat ini yaitu 2.000 dosis. Artinya, ada 1.000 pelaku pelayanan publik yang akan divaksinasi,” ungkap Lahmuddin.

Fokus utama pihaknya pada vaksinasi kali ini, yaitu kalangan yang langsung berinteraksi setiap hari dengan publik. Misalnya yang bertugas di Dinas Perhubungan dan para guru. Sehingga, mereka bisa menjadi ujung tombak memutus dan mencegah penyebaran Covid-19.

Kendati begitu, katanya pelaku pelayanan publik yang bakal divaksinasi, tidak saja kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun juga pihak-pihak yang berurusan setiap hari dengan banyak orang. Salah satunya yaitu para pedagang. “Wartawan juga akan divaksinasi. Sebab, rekan-rekan media sering berinteraksi dengan pejabat dan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah penerima vaksinasi Covid-19 di Mentawai terus bertambah. Kemarin saja, terdapat 517 orang yang mengikuti vaksinasi di halaman kantor Dinkes Mentawai. “Sampai saat ini, program vaksinasi masih berjalan lancar,” ucap Lahmuddin.

Aman Digunakan

Ia pun mengatakan bahwa jumlah vaksin jenis Sinovac yang sudah sampai di Kepulauan Mentawai yaitu sebanyak 4.480 dosis. Pertama dikirim 2.480 dosis, lalu menyusul 2.000 dosis lagi. “Sejauh ini tidak ada efek samping atau keluhan dari peneriman vaksin. Artinya, vaksin Sinovac ini aman,” hematnya.

Ia juga mengatakan bahwa vaksin Sinovac sudah mengantongi rekomendasi organisasi kesehatan dunia atau WHO. Selain itu dinyatakan halal untuk digunakan. “Jadi tidak ada lagi yang harus dicemaskan, apalagi menolak ikut vaksinasi,” sarannya.

Jika vaksinasi sudah berlangsung luas di Mentawai, ia optimis semakin banyak orang yang terlindungi dari ancaman Covid-19. “Kita sangat berharap keterbukaan masyarakat terhadap vaksinasi ini. Sehingga, kita semua nantinya memiliki kekebalan tubuh, sehingga terhindar dari paparan Covid-19 ini,” tukas Lahmuddin. (da.)

  • Bagikan