Iklan Melayang
Iklan Melayang

PDP Pertama di Sawahlunto Meninggal

  • Bagikan
Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta (tengah) dan Wako Zohirin Sayuti (dua dari kiri) beserta Kapolres dan Satgas Covid-19 Sawahlunto, turut mendengarkan penjelasan Direktur RSUD Ardianof, saat jumpa pers terkait PDP meninggal, di Balai Kota Sawahlunto, Jumat (3/4). (Foto: Humas)
banner 468x60

Sawahlunto | Datiak.com – Kota Sawahlunto sejauh ini dapat dibilang paling aman dari pandemi Covid-19 atau virus corona. Data yang dihimpun Datiak.com dari website resmi Kota Sawahlunto Tanggap Covid-19, hanya terdapat 52 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sayangnya, PDP berjenis kelamin perempuan tersebut, dinyatakan meninggal dunia saat menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto, Jumat (3/4).

banner 336x280

Hanya saja, wanita paruh baya itu belum dapat dipastikan meninggal dunia karena terinfeksi covid-19. Sebab, pihaknya belum menerima hasil pemeriksaan swab-nya dari Laboratorium Universitas Andalas (Unand).

Meskipun begitu, Direktur RSUD Sawahlunto, Ardianof menjelaskan, diketahui PDP yang wafat itu tidak pernah keluar Kota Sawahlunto sejak 2 tahun terakhir. ”Almarhum juga tidak pernah kontak dengan penderita covid-19 tersebut,” ujar Ardianof melalui keterangan tertulisnya.

Saat masuk RSUD, imbuhnya, pasien yang berprofesi sebagai perawat tersebut, mengalami batuk dan sesak nafas. Sakit yang dideritanya itu semakin menjadi sejak tujuh hari terakhir.

”Kalau dari hasil rontgen thorax dan anamnesa, almarhum diduga terinfeksi bakteri pada bagian parunya. Gula darah almarhum pun di atas normal sehingga sulit dikontrol,” ungkapnya.

Kendati demikian, katanya pemakaman jenazah PDP tersebut tetap dilakukan sesuai ketentuan penanganan pasien terinfeksi virus covid-19. Artinya, pemakaman jenazah bakal dikawal pihak kepolisian, serta para petugas RSUD yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD).

”Almarhum berasal dari Kota Padang. Jadi, keluarganya ingin memakamkannya di kampong halamannya tersebut,” ungkap Ardianof lagi.

Siapkan Fasilitas Karantina

Di sisi lain, sebagai antisipasi pandemi corona yang kini ikut mengancam Sumatera Barat, Pemko Sawahlunto memutuskan untuk memulai mempersiapkan fasilitas karantina. Rencananya, gedung yang akan digunakan yaitu Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT).

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Sawahlunto, Zohirin Sayuti. Katanya, terdapat 40 kamar dalam bangunan yang didirikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

”Gedungnya sudah oke. Kami sangat berterima kasih kepada pihak BDTBT dan Kementerian ESDM, karena sudah member izin penggunaan gedung tersebut,” ucap Zohirin.

Jadi, imbuhnya, gedung BDTBT tersebut bakal digunakan sebagai lokasi karantina warga Sawahlunto yang ditetapkan sebagai ODP dan PDP. Hal itu dilakukan apabila warga yang dinyatakan ODP dan PDP tidak mampu menjalani isolasi mandiri (karantina di rumah).

”Kini gedungnya masih proses persiapan sebagai tempat karantina bagi ODP dan PDP di sini nantinya. Namun, kita selalu berharap di kota ini tidak ada peningkatan ODP dan PDP tersebut, karena kita melakukan pengawasan ketat,” pungkasnya.

Untuk itu, Zohirin kembali mengingatkan warga Sawahlunto untuk selalu menjalani anjuran pemerintah. Yakni menjauhi keramaian, jalani pola hidup bersih dan sehat, serta tetap berada di rumah. Sehingga, upaya pencegahan covid-19 di sana terlaksana dengan baik. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan