Pasien Klaster Perkantoran Bertambah dari BPBD dan RSUD

  • Bagikan
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar, menjelaskan bahwa bertambah dua pasien klaster perkantoran di Mentawai. Foto Lamudin diambil sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Terkonfirmasi positif Covid-19 di klaster perkantoran kembali bertambah di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebelumnya, pasien klaster perkantoran ditemukan dari kalangan petugas Puskesmas Muara Sikabaluan. Kali ini, pegawai kontak BPBD dan RSUD Mentawai yang terpapar virus corona itu.

Staf kontrak di BPBD Mentawai tersebut adalah seorang perempuan usia 27 tahun. Sedangkan di RSUD Mentawai, seorang wanita 31 tahun. Kedua wanita itu diketahui tercatat sebagai warga Tuapejat yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan, perawat yang berstatus kontak di RSUD Mentawai itu, selama ini cuti karena usai melahirkan (bersalin). Namun, pada 25 September 2020, ia mengikuti tes swab.

BACA JUGA:  Perbaikan RTLH di Mentawai Disalurkan ke Dua Desa

“Dua hari setelahnya, hasil tes swab yang bersangkutan keluar dengan hasil positif. Sehingga, pasien langsung menjalani isolasi mandiri,” ujar Lahmuddin via WhatsApp pribadinya, Minggu malam (27/9).

Setelah dilakukan penelusuran riwayat kontak, pihaknya menemukan bahwa pasien tersebut selama ini hanya berinteraksi dengan keluarganya. “Jadi kita hanya melakukan tindakan seperti tes swab terhadap yang kontak erat dengan pasien,” ungkapnya.

Seadangkan pasien yang berstatus sebagai pegawai kontrak BPBD Mentawai, lanjutnya, awalnya mengikuti pengambilan swab 16 September 2020. Sebab ia mengeluh demam dan menyeri sendi di seluruh tubuhnya. Namun, hasil tes swab-nya yang keluar 20 September 2020, menjelaskan bahwa dirinya negative atau tidak terpapar Covid-19.

BACA JUGA:  Walau ODP Bertambah, Pasbar Masih Zona Hijau

“Tapi 23 September 2020, pasien ini kembali mengeluh masalah lain, yaitu kehilangan penciuman. Sehingga, saat itu pasien langsung mengisolasi mandiri dirinya di rumah,” kata Lahmuddin yang juga Kepala Dinas Kesehatan Mentawai tersebut.

Setelah itu, lanjutnya, pasien tersebut kembali menjalani tes swab. Ternyata, hasilnya memang menunjukkan bahwa dirinya positif terpapar Covid-19. Hal itu seperti dijelaskan dalam Surat Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Terinfeksi, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Minggu (27/9).

“Sejak dinyatakan positif tersebut, pasien langsung pindah isolasi ke RSUD Mentawai, sehingga bisa mendapatkan perawatan intensif,” kata Lahmuddin.

Hasil tracing pegawai kontrak BPBD tersebut, imbuhnya, terdata sejumlah pewagai yang kontak erat dengan pasien. Keseluruhanya merupakan rekan kerja atau teman dekat pasien di BPBD Mentawai. “Untung saat pasien merasakan hal aneh pada tubuhnya, ia langsung menjalani isolasi mandiri. Sehingga, kontak eratnya tidak luas,” pungkas Lahmuddin.

BACA JUGA:  19.530 KK di Pariaman Dipastikan Terima Bantuan

Bertambahnya pasien klaster perkantoran, membuat Lahmuddin semakin tegas mengimbau seluruh pihak untuk waspada terhadap Covid-19. Ia mengingatkan kembali agar benar-benar taat dengan protokol kesehatan, guna mengcegah dan memutus penyebaran virus asal Wuhan, Hubai, Tiongkok tersebut. (da.)

  • Bagikan