Pasien dari Klaster Perkantoran di Mentawai makin Menjamur

  • Bagikan
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, saat konferensi pers terkait penambahan pasien dari klaster perkantoran di Mentawai. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Pasien dari klaster perkantoran di Mentawai makin menjamur. Senin (5/10), terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 8 orang dari klaster tersebut. Hal itu dibenarkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, saat konferensi pers di Aula Setdakab Mentawai.

Lahmuddin menjelaskan bahwa penambahan 8 pasien terkonfirmasi tersebut, hasil penelusuran riwayat kontak pasien dari klaster perkantoran yang sebelumnya dilaporkan terpapar. Yakni ASN di di Setdakab Kepulauan Mentawai. “Pasien yang sebelumnya dinyatakan positif itu, sempat pulang kampung. Sehingga ia kontak erat dengan 8 orang yang kini turut dinyatakan positif,” ungkap Lahmuddin.

Ia menjelaskan bahwa 8 terkonfirmasi baru tersebut, masih didominasi para pekerja kantor pemerintahan di sana. Yakni dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta dari Setdakab Kepulauan Mentawai. “Salah seorang pasien baru ini ada yang warga sipil yang tinggal di Nemnem Leleu,” ungkapnya lagi.

BACA JUGA:  Plt Wako Pariaman Minta Warga Urung Niat Liburan

Penambahan 8 orang terkonfirmasi tersebut, lanjutnya, membuat jumlah pasien positif Covid-19 meningkat menjadi 56 orang. Beruntung, 33 orang di antaranya sudah dinyatakan negative atau sembuh setelah menjalani perawatan intensif.

Sekarang, kata Lahmuddin, sebanyak 23 pasien masih menjalani isolasi atau perawatan. Yakni 6 diisolasi di RS Pratama Siberut, 2 diisolasi di Sioban, 6 dirawat di RSUD Tuapeijat, dan 3 pasien diisolasi di home stay Mapaddegat.

“Menyangkut 8 pasien baru ini, kita periksa dulu di RSUD Mentawai untuk memastikan ada atau tidaknya penyakit penyerta pada diri mereka. Jika ada, mereka tentu diisolasi di RSUD. Sedangkan yang tidak, bisa saja diisolasi di home stay Mapaddegat,” papar Lahmuddin yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kepualau Mentawai tersebut.

BACA JUGA:  Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Padangpariaman

Untuk itu, Lahmuddin mengajak seluruh pihak di Bumi Sikerei itu patuh terhadap protokol kesehatan. Terlebih lagi, Gubernur Sumbar sudah menyatakan bakal memulai penerapan sanksi Peraturan Daerah (Perda) Sumbar tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Kamis ini (8/10).

“Kita juga mengimbau kepada seluruh pihak yang merasa melakukan perjalanan dari luar daerah Mentawai atau mengeluhkan masalah kesehatan, secara koperatif mengikuti tes swab gratis yang disediakan Pemkab Kepulauan Mentawai,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan