Rabu, 28 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Pasca 2 Hari Pamit ke Pasar, Pria Lansia di Pasbar Ditemukan Mengapung di Sungai

Medis bersama petugas Polres Pasaman Barat saat melakukan pengecekan terhadap jenazah Zahirudin. (Foto: Polres Pasbar)
167 pembaca

Pasaman Barat | Datiak.com – Seorang pria lansia di Pasbar (Pasaman Barat) bernama Zahirudin (65), ditemukan meninggal dunia di aliran sungai Kanal Divisi 3 PT BPP (Bakri Pasaman Plantations) Unit II Air Balam di Jorong Sikabau, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (22/11/2023).

Kapolsek Sungai Beremas, AKP Efriadi, menyampaikan bahwa jenazah pria lansia di Pasbar itu, diketahui oleh saksi karena sudah mengambang dalam posisi tertelungkup di aliran sungai kanal perusahaan tersebut.

“Saksi langsung memberitahukan warga sekitar dan menghubungi perangkat Nagari serta pihak perusahaan terkait penemuan mayat yang mengambang di sungai Kanal PT BPP Air Balam,” ungkap AKP Efriadi.

Saksi melaporkan bahwa kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan tidak terlihat tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Pihak keluarga sebelumnya telah kehilangan kontak dengan korban sejak Senin, 20 November 2023, ketika korban pergi dari rumah pada pukul 09.00 WIB.

Sebelum kejadian, pria lansia di Pasbar itu berpamitan kepada keluarga untuk berbelanja barang harian di pasar Ujung Gading dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra warna hitam dengan nomor polisi BA 5772 LO.

“Dari hasil pemeriksaan, korban diduga terpeleset dan jatuh di jembatan darurat bekas longsor yang terbuat dari batang pohon kelapa di akses jalan dari Sikabau menuju pasar Ujung Gading. Sepeda motor korban ditemukan di sungai tepat di bawah jembatan darurat tersebut,” jelas Kapolsek.

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pasaman Barat bersama petugas medis dari Pustu Jorong Sikabau menemukan luka robek dan goresan pada bagian kening, telinga, lengan, dan betis korban. Lidah pria lansia di Pasbar itu juga tergigit.

Meskipun barang-barang pribadi korban seperti cincin, handphone, uang, dan sepeda motor masih lengkap, keluarga menolak dilakukan autopsi dan menganggap kematian korban sebagai musibah dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Alasan lain penolakan autopsi adalah keluarga ingin segera memakamkan jenazah korban, mengingat seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di rumah korban,” tambah Kapolsek. (da.)