Pariaman Ingin Bentuk Pendamping Desa Berdikari

  • Bagikan
Wako Genius Umar dan Wawako Pariaman Mardiso Mahyuddin didampingi jajarannya saat telekonferensi dengan Mendes PDTT. Genius menyampaikan keinginan pihaknya membentuk pendamping desa berdikari. (Foto: Humas)

Pariaman | Datiak.com – Pendamping desa sangat penting dalam mendukung suksesnya program pemerintah desa. Sebab, para pendamping desa adalah orang-orang yang memiliki ilmu dan menyangkut pembangunan desa tersebut. Untuk itu, kebutuhan pendamping desa menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Contohnya di Kota Pariaman, Pemko Pariaman berkomitmen memaksimalkan potensi desanya, dengan membantu pendamping desa berdikari.

Nantinya, pendamping desa berdikari bekerja sama dengan pendamping desa yang ditugaskan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia. Ide cemerlang itu telah disampaikan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Genius Umar, kepada Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar, saat telekonferensi dengan pemerintah daerah dan desa. Ia berharap Mendes merestui keinginan daerahnya tersebut.

Kepada Abdul Halim, Genius menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat desa harus dilaksanakan dengan pendampingan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Artinya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertanggung jawab mendampingi desa/kelurahan menjadi mandiri dan inovatif.

BACA JUGA:  Pastikan Bantuan Warga Terdampak Corona Tepat Sasaran

”Makanya kita membentuk pendamping berdikari yang nantinya bekerja sama dengan pendamping desa dari Kemendes PDTT,” ujar Genius seperti dilansir situs resmi Pemko Pariaman.

Pembentukan pendamping berdikari tersebut dilakukannya sebagai solusi kurangnya tenaga pendamping di desa yang diutusan Kemendes PDTT. Sehingga, tidak semua desa bisa mendapatkan pendampingan secara maksimal. Selain itu, pendamping yang sudah ada tentunya memiliki beban tugas di luar kemampuannya.

“Pendampingi berdikari ini akan menjadi mitra desa dalam tata kelola pemerintahan, pembinaan masyarakat dan lembaga masyarakat, hingga pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di desa,” pungkasnya.

Menyikapi itu, Abdul Halim langsung mengapresiasi Genius Umar. Meskipun telah dibantu Kemendes PDTT melalui 4 tenaga ahli, 11 pendamping desa, dan 12 pendamping lokal desa (PLD), tetapi belum untuk mengakomodir 55 desa di sana.

BACA JUGA:  Hasil Rapid Test 900 Petugas KPPS di Padang Reaktif

Untuk itu, pihaknya membuka kesempatan bagi warga Pariaman yang ingin bergabung menjadi pendamping berdikari mulai tahun ini. Soal insentif, bakal diakomodis melalui APBDes. “Seharusnya, 1 PLD maksimal hanya untuk 3-4 desa. Jadi, Pariaman setidaknya masih butuh 43 orang pendamping desa berdikari untuk mewujudkan 1 desa 1 pendamping,” ungkap Abdul. (da.)

  • Bagikan