PAN dan PDI-P Baca Situasi, NasDem Realistis

  • Bagikan
Ilustrasi Calon Kepala Daerah.

Limapuluh Kota – Tiga partai di Kabupaten Limapuluh Kota belum memperlihatkan gerak-geriknya menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Limapuluh Kota. Yakni Partai Amanat Nasional (PAN), PDI-Perjuangan (PDI-P), dan Partai NasDem. Buktinya, sampai sekarang belum ada gambaran calon bupati ataupun wakil bupati dari ketiga partai politik (parpol) itu.

Seperti diketahui, PAN kini memiliki 3 kursi di DPRD Limapuluh Kota. Sedangkan PDIP-P bermodalkan 2 kursi. Namun NasDem hanya mengandalkan 1 kursi di lembaga legislatif di sana. Otomatis, kondisi itu membuat NasDem Limapuluh Kota sulit bicara kuat menghadapi Pilkada nanti.

Khusus PDI-P, meskipun hanya memiliki 2 kursi di DPRD, saat ini ketua partainya menjadi petahana di Limapuluh Kota, yakni Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi. Namun, belum ada kepastian kenapa partai berlambang banteng itu belum mengambil sikap.

“Nantilah saya berkomentar. Biarlah yang lain dulu (ketua parpol lain) dulu bicara,” respon Irfendi seperti dilansir Padang Ekspres, Rabu (17/6).

Di sisi lain, PAN yang memiliki kekuatan lebih dari PDI_P terlebih NasDem di DPRD Limapuluh Kota, juga belum dapat memastikan siapa jagoannya di pilkada 2020 ini. Sampai sekarang, belum ada calon dari partai berlambang matahari putih itu.

“Kami masih menunggu atau melihat situasi. Yang jelas, kandidat yang cukup intens komunikasi dengan PAN adalah Rizki Kurniawan dan Asyirwan Yunus. Sebelumnya juga ada Kolonel Yuni Hermon, tapi belakangan entah mengapa menghilang saja,” kata Ketua DPD PAN Limapuluh Kota, Faisal Dt Songko Dirajo.

Kondisi lebih dilematis pastinya dirasakan Partai NasDem. Hal itu tentu karena kursinya yang hanya 1 di DPRD. Sehingga, ambisi untuk mengusung calon kepala daerah, mustahil terlalu digadang-gadangkannya.

“Sampai hari ini, Partai NasDem belum memunculkan calon lain, selain saya sebagai kader. Karena kita memang hanya punya modal satu kursi di DPRD. Otomatis, untuk maju jadi calon wakil bupati pun, NasDem harus berkoalisi dengan parpol lain,” kata Ketua Partai NasDem Limapuluh Kota, Ilson Cong alias Icong.

Antara Realistis dan Pasrah

Icong yang pernah menjabat anggota DPRD Limapuluh Kota dan anggota DPRD Sumbar dari PBR (Partai Bintang Reformasi), mengaku realistis saja dalam menghadapi Pilkada 2020. Bahkan ia terkesan pesimis bisa menang jika ikut kontestasi di pilkada nanti.

“Saya realistis karena Pilkada 2015 saya tidak terpilih (saat itu ia mendampingi Asyirwan Yunus kalah di posisi kedua, Red). Pada Pileg 2019 saya juga kalah (peroleh suara Icong berada pada peringkat 7 dari 79 caleg-red),” kata Icong.

Icong juga mengaku, sampai saat ini dirinya tidak ada berkomunikasi dengan Asyirwan yang pernah didampinginya tersebut. Namun ia mengungkapkan pernah komunikasi dengan Darman Sahladi dan Rifa Yendi. “Tapi sampai kini, juga tak ada tidak lanjutnya,” ungkap Ilson Cong.

Untuk itu, ia tak bisa memaksakan untuk berkoalisi dengan NasDem ataupun Golkar. Sebab, koalisi itu masih tetap membutuhkan dukungan tambahan. “Misalnya saja Darman Sahladi diusung Demokrat yang punya 5 kursi di DPRD, ditambah 1 kursi NasDem, tetap belum cukup untuk mendaftarkan pasangan calon. Begitupun NasDem koalisi dengan Golkar yang punya 5 kursi,” katanya. (da.)

  • Bagikan