Pajak dan Retribusi di Solsel Dipungut secara Elektronik

  • Bagikan
Pajak dan Retribusi di Solsel
Ilustrasi penghitungan pajak. (Istimewa)

Solok Selatan | Datiak.com – Pajak dan retribusi di Solsel (Solok Selatan) bakal dipungut dengan sistem elektronik. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak dan retribusi jenis lainnya.

Pemungutan pajak dan retribusi secara elektronik juga bertujuan untuk menghindari berbagai kebocoran keuangan daerah di sisi PAD. Maka, melalui inovasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Solok Selatan, pemakaian aplikasi alat eretribusi teknologi informasi akurat dan transparan.

“Aplikasi elektronik ini guna menghindari terjadinya kebocoran keuangan seperti disampaikan Bupati Solok Selatan sebelumnya. Justru itu, BPKD ambil langkah secara elektronik dalam mewujudkan transparansi dan akurasi pemungutan segala jenis pajak dan retribusi di Solsel,” kata Bidang Pengelolaan Pendapatan, BPKD Solok Selatan Alvian, Rabu (7/7/2021).

BACA JUGA:  Suhatri Bur: Anggaran Nagari Harus Transparan

Melalui aplikasi, menurutnya kebocoran kemungkinan akan sulit terjadi. Sebab, pelaporan dilakukan sudah tersistem melalui jaringan. Siapa, intansi mana dan jumlah retribusi dan pajak itu akan terlihat lewat transaksi elektronik.

Justru itu, e-retribusi sebagai bentuk jangka panjang dalam peningkatan progres lebih besar untuk pemasukan daerah yang lebih transparan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Solok Selatan.

Bahkan sebut Alvian, uji petik sudah dilakukan oleh Bupati Khairunas di Pasar Padangaro dan Pasar Muaralabuh. Jadi rencana sebelumnya pasar akan dikelola oleh pihak ketiga. Namun, dengan diluncurkan aplikasi tersebut, pengelolaan pajak dan retribusi di Solsel pun tetap diserahkan ke pemerintah daerah, dengan menunjuk orang berkompeten di sisi pengelolaan sistem elektronik tersebut.

BACA JUGA:  Permintaan Ikan Asin Mentawai Kembali Melonjak

”Penggunaan aplikasi elektronik ini dalam rangka memberikan progres 100 hari kerja, sesuai misi ke-3 Bupati dan Wabup Solsel yaitu tata pengelolaan pemerintahan yang baik dan bersih,” ungkapnya.

Dampak yang akan dicapai daerah, dalam mengoptimalkan pendapatan daerah di sisi pelayanan publik dan disisi retribusi. Termasuk pajak galian C yang diminta kepala daerah membetuk tim inspeksi potensi galian c di perusahaan.

Memaksimalkan Pajak dan Retribusi di Solsel

Setelah dipantau, ada sisi pemanfaatan ada potensi bisa digali maksimal dalam mengidentifikasi mineral bukan logam di perusahaan. Pihak BPKD lanjut Alvian, akan dikoordinir Kasat Pol PP, terutama dalam memaksimalkan mendapatkan daerah. Seperti hubungan KIR, IMB, CSR, dan unsur pajak dan retribusi di Solsel lainnya.

“Optimalisasi 100 hari kerja sebagai bentuk inovasi kita dalam mewujudkan birokrasi bersih dan melayani,” bebernya.

BACA JUGA:  DAU dan DID Payakumbuh Dipangkas Buat Pemko Kelabakan

Sementara retribusi rumah makan juga bakal dipungut melalui sistem elektronik. Direncanakannya dalam waktu dekat melakukan sosialisasi penggunaan alat perekam transaksi nontunai di rumah makan, sehingga tidak ada kebocoran yang terjadi.

Dan pihak rumah makan, kafe dan lainnya tidak bisa berkilah soal tidak banyak berkunjung atau makan. Termasuk jenis retribusi wisata dan pihaknya sudah melakukan rapat-rapat bersifat intens untuk pengelolaan kawasan wisata Camintiran, SRG, HWB belum dikelola dengan baik.

”Bahkan e-KIR sudah launching, uji kelayakan kendaraan, sudah secara bersistem melalui aplikasi. Dua atau tiga bulan terakhir sudah melakukan terobosan baru di 100 hari kerja,” paparnya. (da.)


Temukan berita Solok Selatan hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan