Iklan Melayang
Iklan Melayang

Padangpariaman jadi Kabupaten Peduli HAM

  • Bagikan
Kepala Bapelitbangda Ali Amran didampingi Kabag Hukum Padangpariaman Rifki Monrizal (kiri), usai menerima piagam penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkumham. (Foto: Humas)
banner 468x60

Padangpariaman | Datiak.com – Padangpariaman dinobatkan sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Capaian itu lantaran Pemkab Padangpariaman berhasil memenuhi indikator penilaian Kabupaten Peduli HAM. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, kemarin.

Menurutnya, pelayanan prima salah satu cara ampuh agar pemerintah dapat memenuhi hak dasar masyarakat. Untuk mewujudkan pelayanan prima itu, kuncinya berinovasi dalam melaksanakan program ataupun kegiatan.

banner 336x280

“Kita memiliki motto ‘Tiada Hari Tanpa Berinovasi’, sehingga seluruh OPD kita memang selalu melahirkan inovasi dalam bekerja,” ujar Ali Mukhni yang didampingi Sekkab Padangpariaman Jonpriadi, serta Kabag Hukum Padangpariaman, Rifki Monrizal NP.

Untuk menjadi kabupaten peduli HAM, imbuh Ali Mukhni, terdapat 7 indikator penilaian yang harus dipenuhi. Yakni pemenuhan terhadap hak atas kesehatan, pendidikan, perempuan dan anak, kependudukan, pekerjaan, perumanahan yang layak dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Semua indikator ini bisa dilihat di Padangpariaman. Contohnya kesehatan, program kita sampai jadi percontohan nasional, yakni bidan desa berkunjung langsung ke rumah warga,” ujar bupati peraih Ksatria Bakti Husada.

“Lalu pendidikan, kita tidak saja membenahi SD dan SMP kita setiap tahunnya, menghadirkan pendidikan skala internasional di Padangpariaman, seperti MAN IC dan Poltekpel Sumbar,” hemat bupati peraih Dwija Praja Nugraha dari PB PGRI itu.

Bahkan, imbuhnya, Padangpariaman sekarang sedang mengembangkan Kawasan Perguruan Tinggi Terpadu Nasional di Nagari Kapalohilalang, Kecamatan 2×11 Kayutanam. Di kawasan yang dikenal dengan nama Tarok City itu, bakal dibangun lima perguruan tinggi ternama di Sumbar. Di antaranya Universitas Negeri Padang, Politeknik Negeri Padang, Institut Seni Indonesia, dan UIN Imam Bonjol.

“Jadi kalau bicara soal peduli kebutuhan pendidikan, cukup waktu yang akan menjawabnya. Semua yang kita usahakan itu untuk anak cucu kita nanti. Tidak hanya Padangpariaman, tetapi juga Sumbar. Sebab Tarok City mudah diakses oleh seluruh daerah di Sumbar ini nantinya,” cermat bupati peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden tersebut.

Sedangkan menyangkut perempuan dan anak, dia menyarankan agar datang langsung untuk membuktikannya di DinsosP3A Padangpariaman. Katanya, DinsosPA3 di sana telah menyediakan pelayanan yang nyaman dan mudah untuk masyarakat. “Apalagi soal layanan kependudukan kita, Disdukcapil kita terbaik di Indonesia,” ucapnya.

Selanjutnya menyangkut pekerjaan, menurutnya upaya pengembangan infratruktur berkelanjutan dan investasi, secara otomatis meningkatkan peluang kerja dan mengurangi pengangguran di Padangpariaman. Untuk itu, ia selalu gigih melobi program pembangunan skala provinsi dan nasional masuk ke Padangpariaman. Begitupun dalam menarik investor ke sana.

“Soal perumahan, kita selalu berusaha membenahi rumah warga kita yang tidak layak huni. Tahun ini saja total bantuan RTLH di Padangpariaman terealisasikan untuk 860 unit rumah,” ungkapnya.

Untuk itu, Ali Mukhni berharap pengharagaan Kabupaten Peduli HAM yang diberikan Kemenkumham, menjadi pemicu semangat kinerja Pemkab Padangpariaman lebih baik ke depan. “Penilaian Kemenkumham ini sangat komplet. Ini tentunya sekaligus memotivasi kita untuk terus lebih baik ke depannya,” pungkas Ali Mukhni.

Sedangkan Jonpriadi mengatakan bahwa penghargaan itu tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak. Sehingga, pelaksanaan program pelayanan publik di Padangpariaman mampu memenuhi indikator dan parameter pelaksanaan HAM.

Sementara itu, Rifki Monrizal mengungkapkan masih ada beberapa hal yang menjadi catatan bersama dalam penguatan HAM di segala bidang di Padangpariaman. Semua itu kuncinya komitmen untuk terus memperkuat tegaknya HAM melalui program dan kebijakan.

Sebelumnya, Kanwil Kemenkumham Sumbar, R. Andika Dwi Prasetya memberikan penghargaan kepada daerah yang masuk dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-05.HA.04.03 Tahun 2020 tentang Penetapan Kabupaten/Kota Peduli HAM. Penyelahan penghargaan itu disaksikan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, di Auditorium Gubernur Sumatra Barat, Senin (4/1). (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan