Padangpariaman 3 Tahun Pertahankan Penghargaan IGA

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni saat menerima piagam dan trofi penghargaan IGA dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP), Agus Fatoni. (Foto: Humas Kemendagri)

Padangpariaman | Datiak.com – Kabupaten Padangpariaman memang patut menjadi teladan di Indonesia. Terlebih dalam hal inovasi. Buktinya, dalam tiga tahun Pemkab Padangpariaman yang dipimpin Ali Mukhni, berhasil pertahankan penghargaan IGA (Innovative Government Award). Artinya, Padangpariaman menjadi kabupaten dengan prestasi inovasinya sejak 2018, 2019 dan 2020 ini.

Mendapatkan penghargaan IGA tentunya tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu kerja nyata dalam mencetus program dan kegiatan yang inovatif. Hal itu memang terbukti dilakukan di Padangpariaman. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di sana, berinovasi dalam bekerja. Bahkan, Sang Bupati menanamkan moto “Tiada Hari Tanpa Berinovasi”.

Artinya, OPD yang tidak melakukan inovasi dalam menjalankan program atau kegiatannya, bakal dievaluasi secara bersama. Nantinya, OPD tersebut akan “disirami” masukan atau ide-ide langsung dari bupati dan jajaran OPD lainnya.

“Bagi kita berinovasi itu bisa dibilang kewajiban dalam menggerakkan roda pemerintahan. Sebab, kita sadar berinovasi bisa membuat pelayanan pemerintah lebih efektif, efisien dan transparan,” ujar Ali Mukhni yang didampingi Ketua TP-PKK Padangpariaman, Rena Ali Mukhni, usai menerima penghargaan kabupaten sangat inovatif di malam anugerah IGA 2020, di Hotel Sultan, Jakarta Selatan.

Untuk itu, dirinya setiap tahun selalu mendorong OPD di Pemkab Padangpariaman untuk melahirkan inovasi program ataupun kegiatan. Tidak sekadar pencanangan, inovasi itu juga rutin dievaluasinya. “Jadi tidak ada inovasi di OPD kita yang tidak berjalan usai dicanangakan, karena selalu kita evaluasi berkala,” ujar bupati yang getol mengingatkan jajarannya bersikap sebagai pelayan masyarakat, bukan pejabat.

Manfaat Nyata Inovasi

Inovasi yang dilakukan OPD tersebut, menurutnya memang mampu mempercepat kerja dalam melayani masyarakat. Contohnya di Disdukcapil, masyarakat bisa mengurus dokumen kependudukan hanya dari rumah menggunakan aplikasi Dukcapil Ceria Padangpariaman.

“Nanti seperti KK, KTP, akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya, langsung diantarkan ke rumah warga. Kantor kecamatan dan nagari/desa di daerah kita juga bisa meyalani urusan dokumen kependudukan layaknya Disdukcapil,” kata Ali Mukhni yang juga didampingi Kepala Bapelitbangda Ali Amran, serta Kabag Humas dan Protokol Padangpariaman, Anton Wira Tanjung.

“Semua itu dapat kita lakukan karena inovasi Disdukcapil kita memang mampu terintegrasi kecamatan dan nagari, bahkan program-program terkait di OPD kita yang lain. Makanya, Disdukcapil kita ini telah menempati ‘Sangat Baik’ atau nilai A tingkat nasional, sebagai penyelenggara pelayanan publik,” ujar bupati yang dianugerahi Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI di tahun 2014 tersebut.

Contoh inovasi menarik lainnya, kata Ali Mukhni yaitu Sergap Kakab (Serentak Menggarap Kampung KB). Sebab, dalam program itu seluruh OPD bahkan instansi vertikal dilibatkan untuk menyelesaikan permasalahan di Kampung KB yang ada di Padangpariaman.

“Kalau inovasi kita di BPBD, salah satunya yaitu datang menyelesaikan masalah. Jadi saat ada kerusakan karena bencana, kita tidak hanya memantau, tetapi langsung merumuskan dan melakukan penanganan agar kerusakan karena bencana tidak mempersulit warga,” ucap bupati peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI tahun 2015 tersebut.

Katanya, masih banyak inovasi OPD di Padangpariaman yang tak mungkin dijelaskan satu per satu di waktu yang sangat singkat tersebut. Bahkan, RSUD Padangpariaman pun memiliki banyak inovasi yang dapat mempermudah masyarakat. Salah satunya Sistem Informasi Rumah Sakit Padangpariaman (Sirusa Papa).

“Semoga anugerah IGA yang kita peroleh tahun ini, dapat dipertahankan di tahun-tahun selanjutnya. Sehingga, daerah kita terus menjadi rujukan untuk inovasi program dan kegiatan oleh daerah lainnya di Indonesia,” pungkas bupati yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Februari 2021 mendatang. (da.)

  • Bagikan