Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Padang Direndam Banjir, Akses Warga Terganggu

  • Bagikan
Kendaraan tampak kesulitan melintasi jalan yang digenangi air di Kota Padang. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Banjir kembali melanda Kota Padang. Sebagian besar kawasan pun direndam banjir. Di antaranya di Pauh, Alai, dan Tabing. Sejumlah jalan turut digenangi air, sehingga sulit dilalui kendaraan. Beruntung, banjir itu tidak menelan korban jiwa.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Sutan Hendra menyampaikan, banjir terjadi karena hujan deras mengguyur Kota Padang sejak sore. Sejauh ini, ditemukan sembilan titik terendam banjir di sana.

Katanya, ketinggian air di masing-masing lokasi banjir, antara 30 cm hingga 60 cm. Pihaknya laporan adanya genangan air tersebut dari warga sekitar pukul 15.20 WIB.

“Laporan petama yang kami terima itu dari Kampung Tarandam Cupak Tangah, Kecamatan Pauh. Di sana ketinggian air sekitar 40 cm,” katanya.

Laporan kedua yang diterima pihaknya, kata Sutan dari kawasan di belakang Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Padang. Setelah mendatangi lokasi, diperkirakan ketinggian air sekitar 45 cm.

Namun di kawasan Alai Padang, tepatnya dekat SD Negeri 03 Alai, pihaknya mendapati ketinggian air mencapai 60 cm. Warga yang berada di sana akhirnya turut dievakuasi menggunakan.

“Kami mengevakuasi sekitar 25 warga di sana dengan menggunakan perahu karet ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan dari pukul 18.00 WIB sampai malam hari,” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, genangan air setinggi lutut orang dewasa juga terjadi di Kelurahan Tabing Banda Gadang. “Laporan yang kami terima hingga pukul 16.30 WIB, sebanyak 8 unit rumah yang terendam banjir,” ungkapnya.

Sutan juga menjelaskan bahwa genangan air turut menutupi ruas jalan utama di sejumlah lokasi. Di antaranya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Gajah Mada, Alai, dan Jhoni Anwar. Kondisi itu membuat lalu litas sempat terputus.

“Rata-rata ketinggian air berkisar antara 40 cm sampai 60 cm. Jalan di Alai sempat ditutup sementara karena genangan air yang cukup tinggi sampai tidak bisa dilalui kendaraan bermotor,” jelasnya. (da.)

BACA JUGA:  Si Manis yang Menggoda Wisatawan di Kelok Pinyaram
  • Bagikan