Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

PAD Padangpariaman Bisa Tembus Rp 1 Triliun?

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni saat berdiskusi dengan Project Director Jalan Tol Padang-Sicincin, Marthen Robert Singal, di kantor Hutama Karya. Bupati peraih Satya Lencana Pembangunan itu menilai, pembangunan Tol berpotensi meningkatkan PAD Padangpariaman. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Padangpariaman masih bergerak lambat. Tahun 2019 saja, masih dikisaran Rp 100 miliar. Melihat kondisi tersebut, Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni terus berpikir keras. Ia pun menangkap ”peluang emas” dari pelaksanaan pembangunan Tol Padangpariaman-Pekanbaru.

Mega proyek pemerintah yang dimulai dari Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batanganai tersebut, menurutnya bisa memberi berkah berlimpah ke Ranah Saiyo Sakato.

Potensi PAD itu, dilirik Ali Mukhni dari para pemasok material tanah clay. Sebab, mereka mengambil bahan baku tanah dari Padangpariaman. ”Tanah clay itu sangat banyak dan mudah mendapatkannya di Padangpariaman ini,” ujar Ali Mukhni, Selasa (7/4).

Untuk itu, ia meminta jajarannya agar optimal mengawasi dengan menghitung setiap tanah yang diangkut pemasok kebutuhan pembangunan Tol Padangpariaman-Pekanbaru.

”Saya sudah intruksikan Deni (Kepala Dinas PUPR Padangpariaman) menghitung seluruh material yang akan diambil untuk Tol. Lalu berkoordinasi dengan dinas terkait untuk sinkronisasi pada PAD,” ungkapnya.

Ali Mukhni optimis, upaya itu bakal mendongkrak PAD Padangpariaman. Dari perhitungan sementaranya, PAD yang bisa diraup dari sana mencapai Rp 500 miliar.

”Desember sampai Januari saja, PAD yang kita peroleh dari situ mencapai sekitar Rp 450 juta. Itu kerja Tol masih Senin dan Kamis (belum lancar, Red). Bagaimana dengan sekarang yang pengerjaannya sudah lancar,” ujar bupati peraih Satya Lencana Pembangunan tersebut.

Bahkan, Ali Mukhni yakin, kebutuhan material dari Padangpariaman tersebut, akan terus berjalan hingga pelaksanaan pembangunan Tol sampai ke Pekanbaru. Analisanya Padangpariaman paling banyak dan mudah mendapatkan tanah clay-nya.

”Kebutuhan material Tol sampai ke Pekanbaru kemungkinan diambil dari sini. Jadi, potensi PAD yang didapatkan bisa mencapai Rp 1 triliun, bahkan lebih dari nilai APBD kita setahun sekitar sekitar Rp 1,5 triliun,” ujarnya.

Jadi, Ali Mukhni juga meminta jajarannya memberikan pelayanan baik kepada para pemasok material. Sehingga, mereka bisa taat menunaikan kewajiban untuk PAD Padangpariaman.

”Untuk pemeriksaan pelaksanaan ini, saya sudah minta Inspektorat ikut melakukan pengawasan,” ungkapnya. (da.)

  • Bagikan