Kamis, 9 Februari 2023

Datiak.com

Berita Terbaru Hari Ini dan Informasi Terkini

Orang Utan Diajak Interaksi, HA Malah Histeris tak Berdaya

Seorang pria yang berkunjung ke Kebun Binatang Kasang Kulim, di Kampar, Riau, nyaris celaka karena kecerobohannya untuk berinteraksi dengan orang utan. (Foto: Tangkap Layar Video)
98 pembaca

Kampar | Datiak.com – Seorang pria diambil orang utan saat berkunjung Kebun Binatang Kasang Kulim, di Kampar, Riau. Kejadian itu berawal saat pria itu menerobos pemisah kandang untuk membuat konten media sosialnya.

Pria itu hampir nahas sesudah ditarik-tarik orang utan. Peristiwa itu juga trending di sosial media. Dalam rekaman video, terlihat jika pengunjung itu terlampau dekat sama kera besar tersebut. Mereka cuma terpisah jeruji kandang.

Pria itu kelihatan di muka kamera dengan santai mengajak interaksi orang utan dalam kandang tersebut. Tetapi, mendadak orang utan itu menariknya.

Sebelumnya orang utan cuma menarik pakaianya. Tetapi, selanjutnya kaki pria itu ikut juga dihela. Seorang pria yang akan menolongnya, bahkan nyaris mengalami nasib serupa.

Pria itu cemas dan ketakutan. Saat ia usaha melepaskan diri, tetapi orang utan itu malah semakin kuat menarik kakinya ke kandang. Ia juga menjerit histeris.

“Peristiwa itu terjadi saat jam makan siang. Pengunjung ini buat video melampaui pemisah kandang,” kata Pengurus Kebun Binatang Kasang Kulim, Desrizal, Selasa (8/6/2022).

Menurut dia, pria itu membuat konten video tanpa izin petugas. Untungnya, pria itu tidak cedera karena cuma dihela saja.

Katanya, pria berinisial HA itu berasal dari Manyar Sakti Pekanbaru. Diduga, HA dengan sengaja manfaatkan kelengahan petugas saat istirahat untuk membikin konten.

HA pun melalui pagar pemisah kandang satwa. “Orang utan itu telah dewasa. Umurnya 15 tahun,” ujar Desrizal.

Netizen ribut mengulas kejadian itu. Mereka mempertanyakan jarak kandang sampai keamanan pengunjung di sana.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara, menjelaskan jika petugasnya langsung menginterogasi kejadian itu.

Sesudah dilihat, kandang itu sudah penuhi syarat dengan ada pemisah dalam jarak yang aman untuk pengunjung. Di samping itu, ada papan peringatan supaya pengunjung tidak memberikan makan satwa dan melalui pagar pemisah.

Untuk itu, pihaknya menyosialisasikan dan mengimbau secara lisan hingga tercatat, supaya pengurus Kasang Kulim tingkatkan pemantauan ke pengunjung secara periodik.

“Petugas sudah disuruh melakukan pekerjaan bergilir hingga peristiwa sama tidak terulang lagi,” tukasnya.

Sementara, HA sudah menjalani panggilan untuk pembimbingan. Ia akan diminta info di Kantor Balai Besar KSDA Riau, terkait insiden yang nyaris melukainya tersebut. (da.)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *