Rabu, 21 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Operasional Angkutan Barang di Sumbar Dibatasi 17 Jam, Sopir Wajib Tahu Jalur dan Waktunya

Gubernur Sumbar, Mahyeldi. (Foto: InfoPublik.id)
64 pembaca

Padang | Datiak.com – Operasional angkutan barang di Sumbar (Sumatera Barat), dibatasi selama 12 jam. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 550/118/SE/DISHUB-SB/II/2024 tentang Pembatasan Operasional Angkutan Barang selama Masa Libur Isra Mikraj dan Imlek.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama libur panjang. SE yang diterbitkan Dishub Sumbar itu, merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Korlantas Polri, dan Kementerian PUPR.

Gubernur Mahyeldi menyatakan bahwa SE pembatasan operasional angkutan barang di Sumbar tersebut, merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak terkait di Sumbar. Jadi, akan ada pembatasan waktu operasional angkutan barang.

“Pembatasan sudah berlaku efektif pada tanggal 8 hingga 11 Februari 2024. Kebijakan ini diharapkan dapat diikuti dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat,” imbau Mahyeldi dikutip dari infopublik.id, Kamis (8/2/2024).

Dalam konteks peningkatan volume kendaraan selama libur panjang, terutama menuju destinasi wisata, pembatasan operasional angkutan barang pada jam sibuk dianggap penting. Hal ini bertujuan menjaga kelancaran lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.

Menambahkan, Kepala Dishub Sumbar Dedy Diantolani mengatakan, pembatasan operasional angkutan barang di Sumbar berlaku dari pukul 05.00 hingga pukul 22.00 WIB selama periode 8-11 Februari 2024. Di luar jam tersebut, tidak ada pembatasan.

Meskipun ada pembatasan, kendaraan angkutan barang tertentu tetap dikecualikan dan dapat beroperasi. Ini termasuk kendaraan pengangkut BBM, logistik pemilu, hewan dan pakan ternak, serta kebutuhan mendesak lainnya.

Sedangkan ruas jalan lintas kabupaten/kota di Sumbar terkena pembatasan melibatkan jalur Padang-Solok-Kiliran Jao-Batas Provinsi Jambi (Kabupaten Dharmasraya), jalur Padang-Padang Panjang-Bukittinggi-Batas Provinsi Riau (Kabupaten Limapuluh Kota), dan sebaliknya. (*)