Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

OPD di Limapuluh Kota Belum Semua Siap Kerja Digital

  • Bagikan
OPD di Limapuluh Kota digitalisasi
Ilustrasi penggunaan sistem digital. (Gambar: Istimewa)

Limapuluh Kota | Datiak.com – Pemanfaatan teknologi informasi oleh OPD di Limapuluh Kota sepertinya belum optimal. Itu terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Kantor Bupati Sarilamak, Kecamatan Harau, Rabu (25/8). Padahal, di masa pandemi Covid-19 ini, sistem digital sangat penting dalam menjamin kelancaran kerja OPD di lingkup Pemkab Limapuluh Kota.

“Bulan ini (Agustus, red) pelaporan dimulai secara digital, kita yakin semuanya belum siap secara menyeluruh, mungkin ada OPD yang belum siap apalagi camat di tingkat bawah dengan pelaporan secara digital ini,” ungkap Safaruddin seperti direllis Diskominfo, Kabupaten Limapuluh Kota.

Padahal, lanjutnya, di tengah masa pedemi Covid-19 pekerjaan akan lebih banyak membutuhkan teknologi informasi. Sehingga, aparatur OPD di Limapuluh Kota sangat ditutun cakap dan piawai menggunakan teknologi informasi, untuk penunjang progresifitas pekerjaan di masa mendatang. “Kemajuan teknologi yang tidak bisa kita abaikan dalam rangka melaksakan kegiatan-kegiatan  kepemerintahan dalam masa mendatang,” kata Safaruddin.

Soal pemanfaatan teknologi informasi, seperti yang berkaitan dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Safaruddin menyampaikan bahwa OPD di Limapuluh Kota harus mampu lakukan pelayanan tepat dan cepat. Salah satunya dengan menggunakan teknologi informasi.

Selain penggunaan teknologi informasi untuk pelaporan yang masih belum optimal dan capaian kinerja yang masih rendah, Bupati juga menyinggung soal lemahnya serapan anggaran. “Serapan anggaran Limapuluh Kota masih rendah. Sebab hingga saat ini yang sudah masuk triwulan ketiga, anggaran yang berkaitan dengan fisik, baru sekitar 42 persen, sementara belanja keuangan sudah di atas 46 persen,” katanya.

“Jadi setiap OPD di Limapuluh Kota yang melaksakan kegiatan-kegiatan fisik yang berkaitan padat karya, harus melakukan percepatan. Sebab ini berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” imbuh Safaruddin.

Maksimalkan IT Nagari hingga OPD di Limapuluh Kota

Terpisah, salah seorang pegiat teknologi informasi OpenDesa, Herry Wanda menilai, pemanfaatan teknologi informasi di Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, butuh optimalisasi. Sehingga semua pekerjaan, beban tugas dan aktivitas aparatur OPD di Limapuluh Kota bisa terpantau dengan baik secara sitematis.

“Kita prihatin sebenarnya dengan pemanfaatan teknologi informasi yang terkesan masih belum maksimal di Limapuluh Kota. Padahal dengan ketersediaan jaringan komunikasi berbasis internet semua nagari di Limapuluh Kota bisa dijangkau, kecuali satu dua saja yang mungkin agak sulit,” sebut Herry Wanda yang berharap semua nagari terkoneksi dengan kecamatan dan seluruh OPD di Limapuluh Kota.

Menurutnya, aplikasi gratis yang disediakan para pegiat desa digital yang menyebut komunitas OpenDesa, perlu didalami. Bahkan menurutnya para penggiat OpenDesa yang ada di seluruh Indonesia, juga siap membantu dengan aplikasi OpenSID yang sudah dirancang untuk semua kegiatan pemerintahan.

“Gratis alias tidak dipungut biaya, hanya butuh mempelajari dan menyiapkan jaringan yang sebenarnya sudah ada. Kemudian mengaplikasikannya, mudah dan mampu menampung semua kebutuhan pekerjaan pemerintahan,” sambung perangkat Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padangpanjang peraih penghargaan keterbukaan informasi publik ini, kemarin. (da.)


Temukan berita Limapuluh Kota hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan