Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

OPD di Kabupaten Solok Harus Ikut Cepat Tanggap Bencana

  • Bagikan
OPD di Kabupaten Solok Harus cepat tanggap bencana 2021
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Lucky Efendi, meminta agar seluruh OPD di Kabupaten Solok harus cepat tanggap terhadap bencana. (Foto: Humas DPRD Solok)

Kabupaten Solok | Datiak.com – OPD di Kabupaten Solok diminta cepat tanggap dalam menangani keadaan tersebut. Mengingat, Kabupaten Solok memiliki kawasan yang rawan bencana. Baik bencana banjir maupun longsor.

”Seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus respons dan cepat tanggap dalam penanganan bencana. Jangan ketika bencana datang mereka justru bingung ingin berbuat apa,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Lucky Efendi.

Politisi Demokrat ini menyebutkan demikian, lantaran belajar dari fenomena bencana beruntun yang dihadapi Kabupaten Solok. Terlebih jika curah hujan sudah tinggi, maka kemungkinan terjadinya bencana banjir ataupun longsor akan meningkat.

Ia meminta seluruh OPD di Kabupaten Solok harus respons dan cepat tanggap dalam penanganan bencana. Keterkaitan antar OPD selalu ada dalam penanggulangan bencana, oleh karena itu harus ada koordinasi berkelanjutan antar OPD di Kabupaten Solok.

”Jangan hanya mengandalkan BPBD saja, mereka punya tugas untuk penanggulangan saat bencana. OPD lain juga harus turun, agar akurasi data akibat dampak bencana bisa didapatkan. Sehingga, kita bisa menentukan langkah berikutnya dengan mudah,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan PAD Padangpariaman, Fraksi PKS Beri 8 Saran
Apabila hal ini tidak dilakukan OPD di Kabupaten Solok, menurutnya akan berisiko terhadap masyarakat. Sebab, dalam standar operasional prosedur pelayanan bencana alam, satu menit sangat berharga untuk keselamatan masyarakat.

Ia ingin OPD terkait di Kabupaten Solok, mengetahui fungsi dan kerja mereka saat terjadi bencana. Ia tidak menginginkan OPD meminta informasi tambahan yang seharusnya bisa dilakukan sendiri, kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok saat terjadi bencana alam.

Menurutnya, 14 kecamatan di Kabupaten Solok merupakan daerah rawan bencana alam. Misalnya longsor yang kerap menimpa Kecamatan X Koto Sungai Lasi, Kecamatan Gunung Talang, Pantai Cermin dan lainnya. Sementara banjir di Kecamatan Kubung, Kecamatan Bukit Sundi dan lainnya.

Lalu, puting beliung merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Solok. Sementara itu, letusan Gunung Talang di Kecamatan Gunung Talang, Lembang Jaya dan Danau Kembar. Serta gempa bumi terjadi hampir di 14 kecamatan se-Kabupaten Solok.

BACA JUGA:  Logo HUT ke-188 Padangpariaman Gambarkan Capaian Kerja Ali Mukhni

Dengan kondisi ini, OPD di Kabupaten Solok hingga pihak kecamatan di Kabupaten Solok, harus tanggap dan bisa menangulangi bencana, tanpa menunggu dari BPBD Kabupaten Solok. Hal itu tentunya diperkuat mulai dari kepala jorong, wali nagari, camat dan seluruh instansi. Sehingga, seluruhnya berperan serta membantu mitigasi bencana.

Langkah Kesiapsiagaan

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Solok, Armen AP, mengatakan bahwa dalam mengantisipasi hal terburuk kemungkinan terjadinya musibah bencana di daerah itu, BPBD Kabupaten Solok terus mengintensifkan langkah-langkah sosialisasi mitigasi bencana. Di antaranya dengan intensif dan secara berkesinambungan, melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana, memaksimalkan peran Kader Siaga Bencana (KSB) yang tersebar di nagari.

Sosialisasi akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, mengingat kepada masyarakat guna menekan angka risiko seminimal mungkin dampak dari bencana itu sendiri. Menurutnya, ada beberapa kawasan yang memang sangat rawan dengan bencana longsor dan banjir di sejumlah kecamatan. Di antaranya Kecamatan X Koto Diateh, Kecamatan Hilirangumanti dan Tigolurah.

BACA JUGA:  Kapolres Mentawai bakal Sediakan Ruang Media Center

Sementara itu, sejumlah nagari juga menjadi perhatian karena berpotensi banjir, di antaranya, Nagari Surian, Kotobaru, Selayo dan Muaropaneh serta sejumlah nagari lainnya. ”Daerah-daerah yang kerap menjadi langganan longsor dan banjir menjadi prioritas kita, masyarakat diharapkan waspada dengan berbagai potensi musibah yang bisa terjadi kapan saja,” sebutnya.

Secara umum, pihak BPBD kabupaten Solok bersama pihak terkait terus melakukan langkah antisipatif untuk meminimalisir dampak bencana banjir dan longsor. Pemeliharaan hutan dan aliran sungai perlu didukung semua pihak.

”Dalam pencegahan dan penanggulangan bencana, BPBD pastinya berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, mulai dari OPD di Kabupaten Solok, TNI-Polri dan masyarakat. Semuanya saling terkait dalam penanganan bencana,” pungkasnya. (da.)


Temukan berita Kabupaten Solok hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan