Iklan Melayang
Iklan Melayang

Oknum Petugas Rutan Painan Diduga Lakukan Penipuan

  • Bagikan
Oknum Petugas Rutan Painan
Oknum petugas rutan Painan dilapoarkan oleh mantan Ketua DPRD Pessel, Mardinas N Syair, karena dugaan penipuan. (Ilustrasi: Tim Datiak.com)
banner 468x60
81 / 100

Pesisir Selatan | Datiak.com – Oknum petugas rutan Painan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) berinisial NR (42 tahun), dilaporkan mantan Ketua DPRD Pessel, Mardinas N Syair, ke Polres Pessel. Hal itu lantaran NR diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap Mardinas.

Mardinas yang sebelumnya merupakan warga binaan di rutan itu, merasa ditipu oleh NR ketika dipercaya mengambil uang dan memegang kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) miliknya. Mardinas dengan didampingi Penasihat Hukum (PH), Doven Irawan, mengungkapkan hal itu kepada awak media, Rabu (9/6).

banner 336x280

Ia mengaku telah mengalami kerugian mencapai Rp 47 juta atas kejadian itu. “Kepercayaan mengambil uang dan memegang kartu ATM yang saya berikan kepada NR, disalahgunakannya dengan cara mengambil uang secara diam-diam di ATM sebanyak tujuh hingga sembilan kali,” kata Mardinas.

“Perbuatannya itu membuat saya mengalami kerugian hingga Rp 47 juta. Kecurigaan saya muncul ketika memprint buku rekening. Sebab bukti transaksi mulai bulan Mei 2017 hingga Mei 2018 tidak muncul dan ada indikasi sengaja dihilangkan,” imbuhnya.

Dugaan Awal Kejadian

Dijelaskannya, kepercayaan untuk memegang kartu ATM itu dia berikan sebelumnya, karena oknum petugas rutan Painan berinisial NR tersebut bersikap baik, mau membantu membeli berbagai keperluannya saat masuk ke Rutan Kelas IIB Painan pada Januari 2017 lalu.

“Saya masuk ke Rutan Kelas IIB Painan pada Januari 2017 lalu karena pindah dari LP Muaro Padang. Saat itu dia (NR, red) menawarkan jasanya bisa membantu saya untuk membeli berbagai kebutuhan selama berada di rutan,” ungkapnya.

“Karena saya tidak memegang uang secara tunai, saya mempercayakannya memegang kartu ATM berikut memberikan kode pin. Namun, kepercayaan itu dikhianati dengan cara melakukan penarikan uang secara diam-diam,” lanjutnya.

Disampaikannya, perbuatan itu sudah dilakukan upaya penyelesaian secara kekeluargaan melalui Kepala Rutan Kelas IIB Painan, dan juga sudah beberapa kali berjanji akan melunasinya. Namun, NR tidak juga dilunasi dan penyelesaian secara kekeluargaan pun menemui jalan buntu.

“Makannya persoalan ini saya laporkan ke Polres Pessel pada tanggal 22 Maret 2021 lalu, dengan dugaan penipuan atau penggelapan dengan jabatan melalui PH saya, Doven Irawan,” jelasnya.

Karena hampir memasuki masa tiga bulan, Mardinas berharap ada kejelasan tindak lanjutnya dari pihak kepolisian. “Saya berharap ada kejelasan dari tindak lanjut pengaduan saya ini. Sebab sudah tiga bulan sejak dilaporkan, dan terlapor juga sudah dua kali dipanggil termasuk juga beberapa saksi, tapi belum juga ada kejelasannya,” ungkapnya.

Tanggapan Kepala Rutan

Sedangkan Kepala Rutan Kelas IIB Painan, Fajar Ferdinan, membenarkan terkait pengaduan yang dilakukan Mardinas terhadap oknum petugas rutan Painan berinisial NR itu. “Memang betul saudara Mardinas melaporkan salah seorang anggota saya ke polisi, karena diduga melakukan penipuan atau penggelapan dalam jabatan tersebut. Kronologi saya tidak tau persis, sebab kejadiannya jauh sebelum saya bertugas di sini,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa ketika ditanya, yang bersangkutan mengaku tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan oleh saudara Mardinas. “Meskipun telah dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan, tapi masih menemui jalan buntu,” jelasnya.

Ia berharap jika bisa diselesaikan secara baik-baik tanpa harus ke ranah hukum. “Namun kita juga tidak bisa melarang jika saudara Mardinas melapor ke polisi,” ucapnya.

Ditambahkan lagi, sebagai kepala rutan dan juga warga negara yang taat hukum, pihaknya sangat menghargai proses hukum. “Silakan buktikan di pengadilan. Dan jika tidak terbukti tentu tuduhan itu pencemaran nama baik. Apakah akan dilakukan tuntutan balik, itu terserah kepada yang terlapor,” jelasnya.

Terkait sanksi penundaan naik pangkat terhadap oknum petugas rutan Painan selama enam bulan, dijelaskan Fajar tidak ada kaitannya dengan tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan dengan jabatan itu. “Sanksi penundaan naik pangkat selama enam bulan itu karena NR melanggar aturan, dimana yang bersangkutan berhubungan dengan narapidana menyangkut masalah keuangan. Dan itu secara aturan tidak dibolehkan,” tegasnya.

Keterangan Polres

Kapolres Pessel, AKBP Sri Wibowo, melalui Kasat Reskrim polres Pessel, AKP Hendra Yose, dengan didampingi Kanit Tipikor, Ipda Awi Ramadani juga membenarkan adanya laporan dari Mardinas melalui penasehat hukum Doven Irawan, ke Sat Reskrim Polres Pessel, unit Tipikor Polres Pessel.

Dijelaskan Awi, saat ini berkasnya sudah dalam penyelidikan. “Muda-mudahan dalam waktu dekat ini selesai dan tuntas. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikkan (SPDP) sudah kita serahkan ke Penasehat Hukum pelapor, dengan Nomor Sp Lidik /43/IV/2021/Reskrim, tanggal 8 April 2021,” jelasnya.

Dia mengatakan, akan segera memanggil pelapor dan terlapor yang merupakan oknum petugas rutan Painan untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan