Iklan Melayang
Iklan Melayang

Oknum Guru Cabuli Siswinya Sejak 2018 di Sijunjung

  • Bagikan
Oknum guru cabuli siswinya sejak tahun 2018 silam sudah diamankan di Mapolres Sijunjung. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Sijunjung | Datiak.com – Oknum guru cabuli siswinya sejak tahun 2018 silam. Perbuatan bejat oknum guru berinisial HT (25 tahun) itu, Sabtu (26/12). Guru yang berinisial HT (25 tahun) itu, diamankan Tim Opsnal Reskrim Polres Sijunjung, di kediamannya di Jorong Kopanjang, Nagari Koto Baru, Kecamatan IV Nagari.

Perbuatan oknum guru cabuli siswinya itu terungkap ketika orang tua korban secara tidak sengaja membaca isi pesan WhatsApp (WA) milik korban. Di dalamnya terdapat percakapan antara korban dan pelaku terkait hubungan mereka selama ini.

banner 336x280

Kaget membaca semuanya, orang tua korban langsung menginterogasi anak gadisnya masih belia tersebut. Ternyata benar, korban menceritakan semua peristiwa yang telah lama dirahasiakan. Pengakuan korban, aksi bejat pelaku sudah berlangsung berulang-ulang sejak tahun 2018.

“Sampai akhirnya pelaku membujuk korban untuk menikah,” ujar Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan, didampingi Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani.

Kendati begitu, keluarga korban yang sudah merasa dirugikan, memutuskan untuk melaporkan pengakuan anaknya tersebut ke Unit Reskrim Poksek IV Nagari. Sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/ 156 / XII /2020/SPKTRes Sjj, tanggal 24 Desember 2020 tentang Persetubuhan terhadap Anak di bawah Umur.

“Tersangka diketahui masih berstatus bujangan yang berprofesi sebagai guru olahraga. Ia ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan,” ungkap AKBP Andry.

Setelah menjalani proses interogasi petugas, pelaku nyaris tidak dapat menyembunyikan semua kelakuan bejatnya itu dan mengaku menyesal. Perbuatan asusila tersebut sudah dilakukannya sejak 2018 lalu dan dibongkar oleh orang tua korban. Tempat kejadian perkara juga beragam termasuk di rumah kosong.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini ditahan di sel tahanan Polres Sijunjung. Dan ditetapkan sebagai tersangka. Korban sendiri tercatat sebagai siswi pelaku sendiri di sekolah tempat pelaku mengajar,” pungkas AKBP Andry.

Sedangkan AKP Abdul Kadir Jailani mengatakan, atas perbuatan itu tersangka terancam dijerat pasal berlapis dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya yaitu penjara maksimal 15 tahun.

Tanggapan Kadisdikbud

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Sijunjung, Ramler, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyesali perbuatan tersangka. “Ini sangat memalukan, dan saya sangat menyesalkan,” kata Ramler.

Selain menjalani proses hukum, imbuhnya, sanksi berat secara profesi pun harus ditanggung tersangka. Jika tersangka berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), bisa terancam diberhentikan. Jika karyawan SK Yayasan, menurutnya berpotensi dipecat secara tidak hormat.

“Atas nama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung, kami turut menghormati proses hukum,” tegas Ramler. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan