Oknum ASN Lapas Agam Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Z, oknum ASN Lapas Kelas II B Lubuk Basung, Agam, yang kini diamankan di sel tahanan Polsek Koto Tangah. (Foto: Istimewa)

Padang – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial Z yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubuk Basung, Kabupaten Agam, diringkus petugas Polsek Koto Tangah. Pasalnya, pria berusia sekitar 48 tahun itu diduga terlibat kasus penggelapan mobil.

Z diamankan petugas kepolisian di rumah keluarganya di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (30/5) dini hari lalu. Proses penangkapan itu pun berlangsung tanpa perlawanan.

Kini, Z mendekam di sel tahanan Polsek Koto Tangah. Sebab, pihak kepolisian di sana masih terus mengembangkan kasusnya. Terlebih, tindakan itu dilakukan Z sudah cukup lama.

Kapolsek Koto Tangah, AKP Zamri Elfino mengatakan, penangkapan Z dilakukan pihaknya berdasarkan laporan warga yang mengaku kehilangan mobil.

“Kami masih meminta keterangan dari tersangka terkait laporan yang kami terima dari pelapor,” kata Zamri, tadi siang (4/6).

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Lapas Kelas II B Lubuk Basung dan Kanwil Kemenkumham Sumbar, terkait kasus yang melibatkan Z.

“Tidak ada pencabutan laporan. Jadi, kasusnya tetap jalan dan kami terus mengembangkannya,” ungkap Zamri.

Beraksi Sejak 2019

Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah, Iptu Syafwal mengatakan bahwa Z diketahui melakukan aksinya sejak 2019. Modusnya dengan menyewa mobil korban, lalu digadaikan kepada orang.

“Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, mobil itu digadaikan ke Payakumbuh, Sijunjung, Pasaman Barat, bahkan sampai ke Provinsi Jambi,” ungkapnya.

“Untuk nilai gadai mobil bervariasi. Namun semuanya berkisar Rp 25 juta per mobil. Uang itu ia gunakan untuk berfoya-foya saja,” tambahnya.

Sejauh ini, lanjut Syafwal, pihaknya tidak menemukan adanya dugaan kasus lain yang melibatkan. Namun pihaknya tetap melakukan pengembangan untuk memastikan hal itu.

“Pengakuannya tidak pernah pakai terlebih mengedarkan narkoba. Namun kami tetap melakukan pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Bersamaan dengan Z, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit gadget, uang tunai senilai Rp 1.575.000, serta dua lembar struk ATM BNI dan Link BRI.

Sedangkan barang bukti baru yang diperoleh polisi yaitu dua unit mobil Toyota Avanza. “Dua mobil yang kita amankan itu ditemukan di Sijunjung dan Pasaman Barat,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan