New Normal, Ali Mukhni Minta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni memimpin apel gabungan di halaman Mapolres Padangpariaman, Kamis (25/6). (Foto: Humas)

Padangpariaman – Bupati Padangpariaman Ali Mukhni memimpin apel gabungan, di halaman Mapolres Padangpariaman, Kamis (25/6). Apel itu dalam rangka pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19.

Ali Mukhni mengatakan, sejak mulai merebaknya pandemi covid-19, seluruh dunia bergerak bersama dalam penanggulangan serta pencegahan meluasnya wabah itu. Grafik jumlah korban sejak awal tahun terus meningkat. Tidak terkecuali di Padangpariaman.

”Sejak Maret lalu, bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemkab Padangpariaman sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semua pergerakan orang dan barang pun dihentikan sementara. Hal itu kita rasakan hingga 7 Juni 2020 lalu,” ujar Ali Mukhni.

Beruntung, imbuhnya, 8 Juni 2020 masa transisi pandemi covid-19 sudah bisa dilaksanakan. Hal itu setelah 16 kabupaten/kota lainnya di Sumbar, sepakat menghentikan PSBB dan melanjutkan ke Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19.

Katanya, tatanan baru itu dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan. Terutama untuk menjamin keberlangsungan kegiatan masyarakat di berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, keagamaan, transportasi maupun pelayanan publik.

”Jadi, dalam penerapan new normal ini masih diwajibkan mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan covid. Sebab new normal bukan berarti bebas dari ancaman covid-19,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemkab Padangpariaman sudah menerbitkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19. Perbup itu mengatur pembukaan secara terbatas berbagai sektor kegiatan masyarakat, dengan tetap memperhatikan standar kesehatan pencegahan penyebaran covid-19.

”Artinya, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, mengkonsumsi makanan bergizi, dan menjaga jarak aman masih harus dilakukan hingga kondisi dinyatakan membaik,” ungkap bupati penggagas program Padangpariaman Sehat yang menjadi rujukan program PIS-PK Kemenkes tersebut.

Perlu Pengawasan Maksimal

Untuk tahap awal, direncanakan penerapan new normal bakal berlangsung hingga 28 Juni 2020. Dalam pelaksanaan, Polri, TNI, dan Satpol PP bakal melakukan pengawasan. ”Pengawalan ini perlu agar masyarakat mematuhi berbagai protokol kesehatan sehingga korban tidak terus meningkat. Sebab, sampai saat ini kita dengar belum terjadi penurunan kasus. Yang ada malahan pelonjakan. Sumatera Barat sudah melebihi 700 kasus,” katanya.

Sedangkan kasus di Padangpariaman, tambahnya, per Rabu (24/6), ODP mencapai 121 orang. PDP 51 orang, dan terkonfirmasi positif 19 orang. ”Alhamdulillah, angka kesembuhan kita mencapai 70 persen dengan 13 orang sembuh, 1 meninggal dunia, 3 diisolasi pemkab, dan 2 orang masih diisolasi di rumah,” ungkapnya.

Ali Mukhni juga menuturkan terkait itu, tugas semua unsur Pemerintah Daerah, masyarakata TNI Polri dan memastikan agar pelaksanaan protokol kesehatan dan tetap menjauhi kerumunan tetap dilaksanakan, disamping keharusan mempertegas sanksi bagi pelanggar. Penegakan aturan dan penerapan sanksi diharapkan mampu mencegah pelonjakan kasus covid.

”Mari kita bersama melaksanakan berbagai usaha untuk menekan dan mencegah penyebarluasan pandemi,” pungkasnya.

Apel Gabungan tersebut dihadiri Kapolres Padangpariaman Dian Nugaraha, Ketua DPRD Padangpariaman Arwinsyah, dan Sekkab Padangpariaman Jomlnpriadi.

  • Bagikan