Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Nelayan Mentawai Hanyut hingga Perbatasan Laut Nias

  • Bagikan
Tim rescue Sar, TNI-Polri, BPBD dan masyarakat menemukan kapal nelayan Mentawai hanyut di antara Pulau Siberut dan Nias. (Foto: Dok Sar Mentawai)

Mentawai | Datiak.com – KM Kencana Bahari mengalami kerusakan mesin di perairan Siberut Utara, Minggu (19/7) siang. Kapal berwarna putih dengan panjang 14 meter tersebut, diketahui bermuatan 12 orang nelayan Mentawai.

Laporan yang diterima Kantor Sar Mentawai, posisinya pada koordinat: 0°47’55″S-98°35’59″E, atau dengan jarak radial 95 NM/322° dari dermaga Tuapejat.

Kepala Kantor Sar Mentawai Akmal mengatakan, pihaknya mendapat laporan kerusakan KM Kencana Bahari dari Analis Sar Padang, Yosrizal, sekitar pukul 08.59 WIB. Lalu, tim rescue (pertolongan) Sar Kepulauan Mentawai menuju lokasi koordinat kecelakaan kapal pukul 10.10 WIB.

“Pencarian menggunakan kapal Sar KM Ramawijaya dengan jumlah personel 19 orang. Pencarian dilakukan hingga perairan batas Pulau Siberut-Nias,” kata Akmal, Minggu (19/7).

BACA JUGA:  Abrasi Pantai di Pasir Baru Ditinjau Langsung oleh Arwinsyah

Beruntung, imbuh Akmal, setelah rescue Sar bersama TNI-Polri, BPBD dan masyarakat melakukan penyisiran, kapal nelayan Mentawai tersebut berhasil ditemukan antara Pulau Siberut dan Nias sekitar pukul 15.00 WIB.

“Delapan Orang ABK dievakuasi dengan kapal Sar KM Ramawijaya menuju dermaga Sikabaluan Siberut. Sedangkan empat orang ABK lainnya, dievakuasi menuju dermaga Hibala Nias Selatan, Sumatera Utara, menggunakan KM Kencana Bahari,” ungkap Akmal.

Ternyata, lanjutnya, dalam kapal tersebut berisikan para kelompok pencinta memancing. Mereka diketahui memang baru mencoba memancing di lautan Mentawai. Namun, kapal yang digunakannya sudah terbiasa melintasi perairan Mentawai.

“Jadi masalahnya memang karena kesusakan mesin kapal saja. Kalau untuk rute memancing ABK kapal sudah mengetahuinya,” hemat Akmal. 

BACA JUGA:  Ruang UGD RSUD Tuapejat Direkomendasikan untuk Tidak Dipakai

Sekarang, imbuhnya, tim rescue dari SAR, TNI/Polri, BPBD dan masyarakat singgah beristirahat di Sikabaluan. Rencananya, mereka menuju Tuapejat pagi ini (20/7).

“Operasi SAR pencarian kapal nelayan hilang kontak dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup, dengan ucapan terima kasih untuk semua potensi SAR yang terlibat,” pungkas Akmal. (da.)

  • Bagikan