Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Nelayan di Tuapejat Pilih “Menganggur”, Stok Ikan TPI Minim

  • Bagikan
nelayan di tuapejat 2021
Stok ikan di TPI Tuapejat yang dijual para pedagang tampak sangat minim. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Nelayan di Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara banyak yang memilih untuk tidak melaut (memancing). Hal itu lantaran kondisi cuaca yang buruk karena badai dan besarnya gelombang di laut Kepulauan Mentawai.

“Saya sudah hampir satu minggu menganggur, tidak bisa ke laut (memancing) akibat cuaca buruk. Tinggi gelombang laut saja mencapai 2-3 meter,” ujar Guido (30 tahun), salah seorang nelayan di Tuapejat yang tinggal di Dusun Jati.

Menganggurnya (tidak melaut) nelayan di Tuapejat, berdampak minimnya stok ikan di TPI Tuapejat. Hal ini seperti disampaikan oleh Adius Gaho (39 tahun), salah seorang penjual ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tuapejat tersebut.

“Terpaksa saya tidak jualan ikan sekarang. Sebab, stok ikan memang sedang kosong. Biasanya ikan yang diperoleh dari nelayan di Tuapejat per harinya 60 kilogram. Kalau cuaca sangat bagus, bisa sekitar 80 kg ikan per hari yang kita peroleh,” ungkap Adius.

BACA JUGA:  LKPD Padangpariaman Tahun 2020 Diserahkan Tepat Waktu

Biasanya, lanjut Adius, meskipun dalam kondisi badai, apabila dirinya memiliki stok ikan, pasti dijual dengan harga normal. Tentunya tergantung pada jenis ikan. Harga rata-ratanya yaitu Rp 25 ribu per kg. “Kalau harga ikan paling mahal itu Rp 45 ribu per kg,” ungkapnya.

Jadi, ia merasa wajar apabila ada beberapa pelanggannya mengeluh karena dirinya yang tidak berdagang. “Banyak pelanggan kami yang kecewa akibat stok ikan tidak ada. Tapi tidak ada yang bisa saya perbuat,” tukasnya. (da.)


Temukan berita Mentawai hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan