Iklan Melayang
Iklan Melayang

Nelayan 60 Tahun 17 Jam Hilang Kontak di Laut Mentawai

  • Bagikan
Syamsualam, seorang nelayan berusia 60 tahun yang berasal dari Mapaddegat, Desa Tuapejat, hilang kontak di laut Mentawai setelah diterjang badai, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi sehat. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Kecelakaan laut kembali dialami nelayan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Minggu (17/1) malam, seorang nelayan di Bumi Sikerei itu dilaporkan hilang kontak di laut Mentawai. Ia adalah Syamsualam, seorang nelayan berusia 60 tahun yang berasal dari Mapaddegat, Desa Tuapejat. Bagaimana nasibnya?

Minggu (17/1) sekitar pukul 14.00 WIB, badai kencang terjadi di sebagian besar laut Mentawai diacak-acak badai kencang. Kondisi itu pun membuat keluarga Syamsualam cemas. Sehingga, mereka mencoba menghubungi nelayan yang sudah tua tersebut.

banner 336x280

Sayangnya, handphone yang digunakan Syamsualam tidak aktif. Alhasil, pihak keluarga tidak dapat menghubungi. Namun, keluarganya tampaknya tak langsung panik berlebihan. Mereka memilih menunggu terlebih dahulu kabar dari Syamsualam.

Hari pun sudah semakin sore. Kabar dari Sang Kepala Keluarga belum juga datang. Pihak keluarga sudah tentu semakin cemas. Bagaimana tidak, Syamsualam yang biasanya melaut di siang hari, selalu pulang jelang matahari terbenar. Setidaknya jelang waktu salat Isya masuk atau sekitar pukul 19.30 WIB.

Benar saja, jelang masuk salat Isya, Syamsualam tak kunjung ada kabar. Pihak keluarga yang sudah sangat cemas, memutuskan untuk melapor kepada pihak Kantor SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai. Mereka menceritakan bahwa Syamsualam sudah tidak dapat dihubungi sejak pukul 14.00 WIB, tepatnya ketika badai kencang datang.

Laporan ke Kantor SAR itu disampaikan pada pukul 20.40 WIB. Tidak menunggu lama, tim gabungan penyelamatan yang terdiri dari anggota SAR beserta TNI/Polri langsung melakukan pencarian. Mereka menyisir perairan sekitar wilayah Tuapejat tersebut.

Malangnya, pencarian yang dilakukan semalaman tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Pasalnya, keberadaan Syamsualam tak ditemukan oleh tim pencari. Hal itu tentunya membuat pihak keluarga dirundung kecemasan dan kesedihan.

Perahu Tertelungkup
Nelayan 60 Tahun 17 Jam Hilang Kontak di Laut Mentawai 1
Syamsualam (tengah), seorang nelayan berusia 60 tahun yang berasal dari Mapaddegat, Desa Tuapejat, hilang kontak di laut Mentawai setelah diterjang badai, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi sehat. (Foto: Istimewa)

Untungnya, Sang Kalik masih mencintai Syamsualam. Setelah 17 jam hilang kontak di laut Mentawai, ternyata ia masih dalam kondisi selamat. Pria tua itu diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk bertahan di atas perahunya yang tertelukup di perairan Desa Pogari, Kecamatan Sipora Utara.

Keberadaan Syamsualam baru diketahui oleh pengguna longboat yang hendak menuju Pulau Sikakap, Senin (18/1) sekitar pukul 07.45 WIB. Sehingga, pengguna longboat tersebut langsung mengevakuasi Syamsualam dari perahunya yang terbalik tersebut. Setelah itu, mereka menghubungi pihak SAR Kepulauan Mentawai.

Mendapat laporan itu, tim gabungan yang masih melakukan pencarian langsung menuju titik koordinat ditemukannya Syamsualam. Merekapun memindahkan nelayan Mapaddegat tersebut ke boat yang digunakan tim penyelamat. Lalu, Syamsualam berserta perahunya dievakuasi ke pelabuhan Tuapejat.

Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Akmal, mengatakan bahwa Syamsualam ditemukan dalam keadaan sehat. Hanya saja, kondisinya tampak kelelahan, karena telah bertahan lebih kurang 17 jam di atas punggung perahu sepanjang 7 meter yang digunakannya.

“Alhamdulillah, nelayan (Syamsualam) ditemukan dalam kondisi selamat. Saat ini, ia juga sudah dijemput oleh pihak keluarga,” ungkap Akmal.

Akmal pun kembali mengimbau masyarakat yang menggunakan mobilitas laut, dapat memperhatikan kondisi cuaca. Baik itu sebelum melaut, maupun saat melaut. Salah satu caranya dengan melihat informasi cuaca dan gelombang laut di website www.bmkg.go.id. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan