Iklan Melayang
Iklan Melayang

Nasrul Abit Siap Gratiskan Kegiatan di Masjid Raya Sumbar

  • Bagikan
Wakil Gubernur Sumbar non-aktif, Nasrul Abit, saat mengunjungi Jorong Sago, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Casung, Kabupaten Agam, Kamis (5/11). Ia mengungkapkan keinginannya memanfaatkan maksimal keberadaan Masjid Raya Sumbar. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Agam | Datiak.com – Wakil Gubernur Sumbar non-aktif, Nasrul Abit ingin sekali memanfaatkan maksimal keberadaan Masjid Raya Sumbar. Dan, harapan salah satunya untuk menggratiskan kegiatan keagamaan di Masjid Raya Sumbar.

”Saya akan gratiskan semua kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Raya Sumbar,” ujar Nasrul Abit kunjungannya di Jorong Sago, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Casung, Kabupaten Agam, Kamis (5/11).

banner 336x280

Saat ini, kata Nasrul Abit, pemakaian masjid milik Pemerintah Provinsi Sumbar itu masih dipungut biaya. Tak tanggung-tanggung, bagi kelompok keagamaan yang ingin memakai gedung masjid harus membayar Rp 15 juta sekali acara.

”Ada laporan kelompok keagamaan kepada saya, mereka yang akan memakai gedung untuk kegiatan keagamaan harus bayar Rp 15 juta. Karena itu, kami bertekad untuk menata ulang manajemen Masjid Raya Sumbar,” tuturnya.

Nasrul Abit menyampaikan bahwa masjid pemerintah harus dikelola dengan keuangan daerah dan tidak membebani umat. Tidak hanya menggratiskan kegiatan, ia akan menjadikan Masjid Raya Sumbar sebagai pusat kajian Alquran dan menjadikan Masjid Raya Sumbar bercita rasa Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Selanjutnya, Nasrul Abit, akan memperhatikan fasilitas rumah ibadah dan menyeragamkan pesantren Ramadan di Sumbar. Menurutnya, banyak fasilitasi rumah ibadah yang harus dibenahi, misalnya toilet masjid, ruangan garin, termasuk honor garin dan imam.

Ke depannya, Nasrul Abit akan melibatkan pemerintah nagari dan kecamatan agar kegiatan kembali ke surau di setiap daerah terlaksana. ”Selama berkeliling Sumbar, saya menemukan berbagai persoalan keagamaan. Ada di salah satu mushala, imamnya sudah tua dan tak ada penggantinya. Ketika shalat berjamaah, laki- laki hanya imam, selebihnya perempuan dan itu pun usia 60 ke atas. Jika imam tak bisa adir, maka perempuan yang jadi iman, sungguh miris,” tuturnya.

Ia menilai bahwa kondisi seperti itu sangat memprihatikan di provinsi yang 97,3 persen penduduknya beragama Islam, tetapi masjid sepi. Karena itu, pihaknya akan menciptakan fasilitas keagamaan untuk iman unggul dan sumber daya manusia unggul untuk semua. ”Ini kebutuhan rohani. Kita hadir dengan program, fasilitas sebagai stimulus. Islam mayoritas dan harus unggul,” ucapnya.

Sementara, di Jorong Kurnia Maju, Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan masyarakat mencurahkan isi hatinya kepada calon Indra Catri, Rabu (4/11). Dalam pertemuan itu masyarakat meminta, untuk memperhatikan daerah itu agar menjadi lebih baik, apalagi di jorong itu banyak prestasi yang sudah diukir, seperti juara tahfiz Al Quran dan Majelis Taklim.

”Kami selama ini merasa dianaktirikan. Fasilitas publik dibangun seadanya,” ujar tokoh masyarakat setempat, Suyadi.

Menurutnya, banyak harapan tertumpang pada Indra Catri. Singkat kata, kerja nyata Nasrul Abit dan Indra Catri selama ini telah teruji. ”Harapan kami program pemerintah provinsi bisa bersinergi dan terkoneksi antardaerah, provinsi, dan pusat,” katanya.

Suyadi juga menyampaikan kebutuhan masyarakat di jorong itu, yakni jalan yang layak. Menurutnya, saat ini jalan di jorong itu sangat tidak layak. Jalan itu berupa tanah dan berlubang. Ia berharap pemerintah memperbaikinya.

”Kami tidak perlu menjelaskan apa-apa soal jalan itu karena tadi Pak Indra Catri sudah melewatinya,” ucap Suyadi. Sementara itu, Indra Catri mengatakan bahwa semua harapan masyarakat adalah amanah yang harus diperjuangkan. ”Insya Allah, harapan masyarakat kami harapan kita semua,” tutup Indra Catri. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan