Rabu, 21 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Nasib Seorang Pelajar di Padang Pariaman yang 2 Minggu Diperkosa Bergiliran

Ilustrasi upaya penyekapan seorang pelajar. (Net)
3611 pembaca

Berselang 8 hari, dua tersangka pemerkosaan seorang pelajar di Padang Pariaman itupun berhasil diringkus. Yakni TS dan FP. Kedua pemuda itu berusia 21 tahun. TS merupakan mekanik bengkel. Sedangkan FP seorang pengangguran.

“Tersangka TS dan FP ini ditangkap sekitar pukul 17.00 pada Rabu (15/2/2023). Saat itu, berada di Korong Bayua, Nagari Pauah Kamba, Kecamatan Nan Sabaris,” ungkap Kasat Reskrim.

Setelah diinterogasi, keduanya mengakui tindakan yang telah dilakukannya kepada korban. Sehingga, keduanya pasrah diseret ke sel tahanan Mapolres Padang Pariaman, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Kalau RZ kita masukkan ke dalam DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkapnya.

Terhadap para tersangka yang sudah diamankan, yakni TS dan FP, terancam dijerat Pasal 81 Ayat (1), (2), (3), jo Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukum terhadap para tersangka yaitu 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar,” tegas Agustinus Pigai.

Imbauan Polres Padang Pariaman

Belajar dari kejadian yang dialami seorang pelajar di Padang Pariaman yang berusia 16 tahun itu, Agustinus Pigai mengimbau agar masyarakat lebih mengawasi lagi anak-anaknya. Sehingga, kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Kami dari Satuan Reskrim Polres Padang Pariaman mengajak masyarakat untuk sama-sama mengantisipasi kejadian seperti ini. Salah satunya dengan mengawasi secara ketat kegiatan putra-putri mereka,” pesan Agustinus Pigai.

Pasalnya, sambung Agustinus Pigai, terhitung Januari hingga 21 Februari 2023, sudah 10 laporan menyangkut kasus pelecehan, pencabulan atau pemerkosaan terhadap anak yang diterima Satreskrim Polres Padang Pariaman.

“Rata-rata orang terdekat (pelaku pelecehan, pencabulan ataupun pemerkosaan terhadap anak, Red),” tukas Agustinus Pigai. (da.)